Larantuka, NUSANTARANEWS.co -Kelangkaan bahan bakar jenis solar subsidi kembali menghantui warga.
Kali ini terjadi di Larantuka, Kabupaten Flores timur, Provinsi NTT.
Sejumlah pengemudi (Supir) dum truk yang melayani matrial galian C untuk sejumlah aktivitas pembangunan di daerah ini, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar tersebut.
Hal ini di ungkapkan beberapa pengurus asosiasi supir Dum truk Nobo Larantuka kepada media ini Senin, ( 26/10/2026).
Menurut para supir dumtruk yang ditemui media ini, menyebut, pemberian kuota 14 liter perhari per dumtruk sangat tidak bisa mencukupi.
Kendaran Dumtruk , sebut mereka, biasanya menggunakan solar subsidi untuk satu hari rute pekerjaannya mengantar matrial dari Nobo ke Larantuka membutuhkan solar 65 liter.
” Berarti ada 35 liter untuk 1 kali rute perjalanan” ujarnya.
Kebijakan manajemen stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Flotim yang hanya memberikan kuota 14 liter perkendaraan dumtruk , pastinya sangat tidak bisa menjamin pekerjaan yang kami lakukan dalam 1 hari.
Menurutnya, kelangkaan bahan bakar itu benar, tetapi harus dengan keseimbangan pemberlakuan kuota solar bersubsidi sehingga bisa menjamin aktivitas ekonomi warga.
14 liter sebutnya, bukan jadi alternatif solusi bagi kami supir dumtruk ditengah situasi serba sulit ini. Karena pemberlakuan kuota ini, jelas bukan membantu kami tetapi lebih pada menghabat pekerjaan kami, padahal pekerjaan kami juga menjamin hidup para buruh pasir yang juga mengantungkan hidupnya dari pekerjaan fisik ini.
Terkait ketersediaan bahan bakar solar “non subsidi” sebut mereka, tidak bisa menjadi alternatif tepat, karena harga matrial pasti akan melonjak dan masyarakat umum pastinya akan mengeluhkan kenaikan ini.
Pemerintah Kabupaten Flores timur lanjutnya, wajib untuk mencarikan solusi agar kami pekerja baik supir dan buruh tidak dikorbankan, tutupnya.
Terkait polemik pemberlakuan kuota 14 liter solar subsidi bagi unit dumtruk di Larantuka, Kabupaten Flores timur, manajemen SPBU yang melayani penjualan solar subsidi belum bisa di konfirmasi media hingga berita ini di turunkan.(MB)












