NAGAN RAYA, NUSANTARANEWS.co – Masyarakat Desa Serbajadi, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H / 2026 M dengan penuh khidmat. Kegiatan keagamaan yang berpusat di Masjid At-Taubah ini dihadiri oleh kurang lebih 800 jemaah pada Minggu (25/10/2026) siang.
Acara yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini turut dihadiri oleh Keuchik Desa Serbajadi Andre Saputra, perwakilan Danramil 05/DM yang diwakili oleh Serma Mariyanto, Sertu Suyatno, Sertu Hidayatulloh, dan Koptu Juwanda. Hadir pula Ketua Panitia Tgk. Suparno W, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tamu undangan, serta masyarakat setempat.
Peringatan Maulid ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Rabi’ul Awal di Desa Serbajadi. Selain sebagai wujud rasa syukur dan kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW, momentum ini juga dimanfaatkan warga untuk meneladani akhlak mulia dan kesederhanaan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menyemarakkan syiar Islam, pihak panitia turut mengundang sejumlah kelompok zikir maulid dari desa-desa tetangga, antara lain dari Desa Sukajadi, Desa Serbaguna, Desa Karang Anyar, Desa Simpang Deli Kilang, dan Desa Puloi.
Rangkaian acara diisi dengan zikir bersama, lantunan pembacaan shalawat, puji-pujian kepada Rasulullah, hingga menikmati hidangan kenduri maulid secara bersama-sama.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Di akhir acara, panitia juga membagikan hidangan kenduri untuk dibawa pulang oleh para kelompok zikir dan warga yang hadir.
Sebelum kegiatan berakhir, Keuchik Desa Serbajadi, Andre Saputra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia, aparatur desa, tokoh masyarakat, serta seluruh undangan yang telah menyukseskan acara ini.
“Harapan kami, kegiatan keagamaan ini dapat terus dijadikan sarana untuk mempererat silaturahmi, saling berbagi, dan bersama-sama merayakan kebahagiaan sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki dari Allah SWT,” ujar Andre.
Dalam kesempatan tersebut, Andre juga menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini murni merupakan syiar keagamaan dan ajang silaturahmi masyarakat tanpa adanya tunggangan isu lain.
“Kegiatan keagamaan ini murni untuk ibadah dan kebersamaan warga, tidak ada unsur politik apa pun, apalagi sampai menaikkan bendera Bulan Bintang atau simbol-simbol lainnya,” tegasnya.
Seluruh rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taubah berakhir pada pukul 17.30 WIB.
Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi dari awal hingga akhir acara berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
(Red)












