DAERAH  

Komunitas Sopir dan Tokoh Masyarakat Datangi Kantor Bupati Terkait Persoalan Jalan PT Tamtama Perkasa

NUSANTARANEWS. Co, Barito Utara- Komunitas sopir hauling batu bara dan tokoh-tokoh masyarakat terdampak persoalan Jalan PT Tamtama Perkasa mendatangi kantor Bupati Barito Utara mereka berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan.

Penjabat (Pj). Damang Kepala Adat Kecamatan Lahei, Aryosi Jiono menyampaikan, bahwa kehadiran para komunitas sopir bersama dengan sejumlah tokoh-tokoh masyarakat yang berada di lintasan hauling batu bara PT Tamtama Perkasa (TP) merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah dan juga pihak terkait.

“Menurutnya, aspirasi yang disampaikan oleh komunitas sopir ini pada dasarnya sederhana, yakni meminta adanya solusi agar akses jalan dapat kembali dinormalisasi sehingga aktivitas masyarakat dan pengangkatan baru bara bisa berjalan seperti biasa,”ujarnya pada Senin, 21/10/2026.

Ia juga memastikan situasi dan kondisi di lokasi tetap aman karena para sopir berharap dapat bertemu dengan Bapak Bupati dan Wakil Bupati agar persoalan tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah, dan juga termasuk kepastian mengenai estimasi waktu normalisasi atau pembukaan kembali jalan.

“Jadi lanjutnya, harapan dari mereka ini mungkin ingin bertemu Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Mereka berharap bisa diterima sehingga ada kepastian waktu normalisasi atau pembukaan jalan tersebut seperti apa,”kata Aryosi Jiono.

Aryosi menegaskan, komunitas para sopir dan tokoh-tokoh masyarakat tidak bermaksud memcampuri persoalan antara PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa. “Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi di antara kedua perusahaan tersebut.

“Lebih lanjut, namun ia juga berharap apa pun persoalan yang sedang dihadapi perusahaan, penyelesaiannya tidak sampai mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat, khususnya para angkutan baru bara yang terdampak langsung,”ungkapnya.

Aryosi menyebutkan, bahwa sekitar 90 persen sopir yang terdampak berasal dari lima kontraktor angkutan. Ia jua menjelaskan bahwa kontraktor pengangkutan batu bara untuk PT Tamtama Perkasa tidak hanya satu perusahaan saja, melainkan terdiri dari sejumlah kontraktor, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal,”ucap Aryosi.

Sementara itu, perwakilan dari tokoh masyarakat empat desa, Suriyansah, mengatakan bahwa kedatangan mereka ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi karena kondisi tersebut mulai mengancam perekonomian keluarga di empat desa yang masyarakatnya memiliki anggota keluarga yang bekerja di perusahaan terkait.

“Ia menuturkan, terhentinya aktivitas tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, menurutnya, ada warga yang terpaksa harus menunda rencana pernikahan karena belum memiliki uang yang cukup. Dan selain persoalan ekonomi, ia juga menyoroti akses jalan menuju Kecamatan, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan,”ujarnya.

Dengan kondisi akses yang terganggu dapat memperlambat perjalanan warga yang hendak berobat. Ia sangat berharap persoalan jalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan penanganan medis.”Suriansyah turut mengingatkan adanya resiko keselamatan di jalur tersebut. Ia menyinggung insiden sebelumnya yang mengakibatkan seorang anak menjadi korban, sehingga menurutnya kondisi jalan perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Kami berharap Bupati segera menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” Tegasnya. (Led)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *