Amankan Ketahanan Protein Nasional, Mentan Amran Gandeng Kapolri Sikat Mafia Rantai Pasok Unggas

Kepala Bapanas Amran Sulaiman (Foto BPMI Setpres)

JAKARTA, NUSANTARANEWS.co — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengamankan pasokan protein hewani nasional sekaligus membersihkan jalur tata niaga sektor perunggasan yang selama ini dikeluhkan oleh para peternak rakyat. Langkah tegas ini diambil langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman guna memastikan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan pokok strategis di tingkat masyarakat.

Berdasarkan prognosa data Kementan, pasokan protein asal unggas nasional dilaporkan berada dalam kondisi surplus dan sangat aman hingga akhir tahun. Produksi daging ayam ras nasional diproyeksikan mampu menyentuh angka 4,70 juta ton, sementara total kebutuhan domestik berada di kisaran 4,47 juta ton.

Catatan positif juga terlihat pada produksi telur ayam ras yang diestimasikan tembus hingga 7,16 juta ton, atau mengalami surplus sebesar 4,71 persen dari total proyeksi kebutuhan nasional. Melimpahnya ketersediaan pasokan komoditas ini sekaligus dipersiapkan guna menopang serta membuka peluang pasar baru bagi implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa melimpahnya produksi dalam negeri merupakan bukti nyata dari komitmen berkelanjutan para peternak lokal. “Pasokan daging ayam dan telur kita sangat melimpah, bahkan surplus. Kondisi ini harus kita jaga agar sektor perunggasan nasional tetap kokoh dan mampu menopang penuh kebutuhan protein masyarakat, terutama dalam mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis,” ujar Amran saat memimpin rapat koordinasi di kantor pusat Kementan.

Namun, di tengah kondisi stok yang melimpah, Kementan mendeteksi adanya anomali di lapangan berupa disparitas harga yang terlampau tinggi. Fenomena ini dinilai sangat merugikan para peternak mandiri di sektor hulu karena harga jual yang jatuh, sementara di sisi lain, masyarakat selaku konsumen akhir di sektor hilir tetap harus menebus dengan harga yang mahal.

Mentan Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan tidak akan menoleransi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak wajar di tengah kerja keras para petani dan peternak. “Kita tidak boleh membiarkan adanya disparitas harga yang tidak masuk akal ini terus berlanjut. Kasihan para peternak mandiri kita di hulu yang terpukul karena harga jatuh, sementara masyarakat di hilir membeli dengan harga yang terlalu mahal akibat ulah spekulan yang mempermainkan pasar,” tegasnya.

Merespons kendala struktural tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman secara resmi telah menyurati Kapolri untuk mengerahkan jajaran Satgas Pangan guna melakukan pengawasan ketat dan penegakan hukum secara menyeluruh. Kementan menegaskan komitmennya untuk menyikat habis praktik mafia, spekulan, dan kartel yang dengan sengaja mempermainkan rantai pasok distribusi ayam serta telur.

“Saya sudah bersurat langsung kepada Kapolri agar Satgas Pangan turun ke lapangan untuk mengawasi dan menindak tegas siapa saja yang bermain dalam rantai distribusi ini. Kita harus bersihkan tata niaganya dari hulu sampai ke hilir. Tidak boleh ada tempat bagi mafia pangan yang merugikan rakyat dan peternak kita,” pungkas Mentan Amran. Sinergi antara otoritas pertanian dan kepolisian ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang tidak sehat, mengembalikan keadilan harga bagi peternak rakyat, serta menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan akses pangan berprotein dengan harga yang wajar demi terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan.

[KE/Red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *