NUSANTARANEWS.co, Batam – Warga Tanjung sengkuang.kec, Batu ampar kembali mengeluhkan kondisi air bersih yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat semakin sulit di peroleh sehingga aktivitas warga terganggu.
Menurut keterangan warga, suplai air tidak mengalir secara normal dan kadang tidak mengalir sama sekali, ketika air muncul debit nya kecil, dan kualitasnya tidak layak digunakan untuk memasak dan mandi.
” Kami sudah berbulan – bulan begini. kadang sedikit kotor, kami sangat kesulitan,” ujar salah satu warga setempat.
Dampak krisis air bersih ini dirasakan luas di RW 01. ( RT.01.02.03.05).RW 02 ( RT.01 02.03.dengan +_.500 kepala keluarga yang terdampak.
Padahal, tutur warga, sudah jelas dalam regulasinya, sudah tertuang di pasal 6. UU. no 17/ 2019, pasal 7 ayat 1.dan di pasal 8.
Situasi ini membuat warga terpaksa membeli air galon atau mengambil air ke lokasi lain cukup jauh. kondisi tersebut tidak hanya menambah beban biaya, tetapi mengganggu rutinitas warga, terutama dengan keluarga dengan anak kecil dan lansia.
Warga berharap pemerintah setempat dan pihak terkait segera turun tangan untuk memberikan solusi baik walaupun beberapa bulan lalu sudah ada rapat dengar pendapat ( RDP).
Warga merasa janji solusi oleh pemerintah dan DPRD Batam belum terealisasi secara nyata.dan signifikan.
( yasir )












