YOGYAKARTA, NUSANTARANEWS.co – Semangat pemberdayaan perempuan berpadu dengan denyut budaya Yogyakarta dalam pembukaan Mbok Mlayu 2026. Ditandai pemukulan bende dan pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, di Pendopo Kepatihan Pakualaman, Sabtu (18/04), ajang ini resmi menggerakkan gerakan kolektif perempuan untuk hidup sehat, berdaya, dan berbudaya.
Memasuki tahun ketiga, Mbok Mlayu kian menguat sebagai ruang kolaborasi perempuan. Sebanyak 950 peserta dari berbagai latar belakang hadir membawa semangat yang sama: bergerak bersama, memperkuat jejaring sosial, sekaligus membuka peluang ekonomi.
Mengusung tema “Sesarengan Mlaku Sesarengan Maju”, Mbok Mlayu 2026 tampil sebagai platform integratif yang memadukan olahraga, budaya, dan pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi TP PKK DIY, Puro Pakualaman, dan Kayana Creative ini menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari lari, bersepeda, hingga pelibatan aktif pelaku UMKM perempuan.
Gusti Putri menegaskan, Mbok Mlayu telah berkembang melampaui sekedar kegiatan olahraga. Ajang ini menjadi ruang strategi untuk memperkuat peran perempuan, tidak hanya dalam menjaga kesehatan fisik, tetapi juga dalam merawat dan menghidupkan nilai-nilai budaya Yogyakarta sebagai identitas daerah.
Nuansa budaya menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Berbagai aktivitas seperti latihan menari, membatik, hingga jemparingan dihadirkan sebagai bentuk nyata bahwa modernitas dan tradisi dapat berjalan selaras, sekaligus memperkaya pengalaman peserta.
“Selain lari, jalan, dan bersepeda, kami juga menghadirkan kegiatan budaya seperti latihan menari, membatik, hingga jemparingan atau panahan tradisional Mataram. Ini menjadi cara menjaga warisan budaya sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan,” ujar Gusti Putri.
Project Director Mbok Mlayu, Dian Isnawati, menjelaskan, inovasi terus dilakukan dari tahun ke tahun. Jika pada tahun pertama fokus pada lari dan tahun kedua berkembang menjadi festival, maka tahun ini Mbok Mlayu menghadirkan 11 jenis aktivitas yang memadukan olahraga dan kegiatan kultural.
“Kami merancang Mbok Mlayu sebagai ruang aman, inklusif, dan inspiratif bagi perempuan untuk bertumbuh bersama, dengan tetap menjunjung semangat kompetisi yang sehat,” jelasnya.
Antusiasme peserta pun kian tinggi. Kategori 3 kilometer yang semula ditujukan bagi lansia justru menjadi salah satu favorit, menunjukkan tingginya kesadaran perempuan lintas usia untuk hidup aktif dan sehat. Dukungan juga mengalir dari 150 TP PKK tingkat kemantren se-DIY.
Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu (18/4) dengan pengambilan race pack, workshop komunitas, sunset yoga, serta festival UMKM di Pendopo Kepatihan Pakualaman. Acara puncak diadakan Minggu (19/4) melalui sepeda bersama, lari 10K dan 5K, jalan sehat 2K, selebrasi finisher, serta penampilan musik dan festival UMKM yang melibatkan pelaku usaha perempuan.
Lebih dari sekedar ajang olahraga, Mbok Mlayu 2026 menjadi etalase pemberdayaan perempuan DIY yang menyatukan aspek kesehatan, budaya, dan ekonomi. Gerakan ini menegaskan perempuan yang sehat, berdaya, dan berbudaya adalah fondasi yang kuat bagi kemajuan daerah. (Fn/Tuan/Jon)
Humas Pemda DIY












