DAERAH  

Awingnu Minta PT BAT Segera Menyelesaikan Permasalahan Lahan Miliknya

NUSANTARANEWS.Co, Barito Utara – Setahan Awingnu selaku pemilik lahan menunggu itikad baik dari PT Bahtera Alam Temiang (BAT) terkait permasalahan lahan miliknya di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara yang digunakan PT BAT untuk pelabuhan Batu Bara.

Setahan Awingnu mempertanyakan keseriusan dari PT Bahtera Alam Temiang (BAT). Karena menurutnya, sampai sekarang permasalahan lahan miliknya tersebut belum menemukan titik terang dari PT BAT padahal sudah ada kesepakatan pada pertemuan tanggal 3 Desember 2025, dan terdapat tiga point dalam surat pernyataan tersebut yang sampai sekarang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan.

“Adapun di dalam surat pernyataan tersebut ada tiga point, dan itu sangat jelas isinya bahwa pihaknya “Mengultimatum Owner PT BAT (MR)” agar dapat memberikan penjelasan yaitu dalam waktu 1X24 jam, untuk menginformasi maupun siap hadir untuk menjelaskan, terhitung selama 3 hari semenjak surat pernyataan tersebut disepakati dan ditandatangani oleh masing-masing pihak,” Ujarnya Selasa 6/01/2026.

Menurut Awingnu, hingga saat ini pihak PT BAT belum memenuhi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama dengan pemilik lahan. Maka disini kita perlu kejelasan dari pihak perusahaan, jika berlarut-larut begini dan tidak ada kejelasannya dan kasihan juga masyarakat yang bekerja disana. Karena lanjutnya, segala bentuk aktivitas perusahaan diatas lahan kami, sementara kami hentikan dulu menunggu urusannya selesai.

“Awingnu berharap agar pihak PT BAT punya itikad baik mau bertemu dan bertatap muka dengan dirinya untuk membahas terkait masalah ini dengan baik. Apalagi mengingat kontrak antara pemilik lahan sudah lama berakhir dan tidak ada perpanjangan lagi yaitu dari tanggal 02 Januari 2024, sekitar dua tahun ini kontraknya habis,” Ucapnya.

Sementara itu, Ketua GPD Alur Barito, Hison menambahkan terkait permasalahan lahan milik Awingnu, ia meminta pihak perusahaan segera menyelesaikannya karena sudah ada kesepakatan bersama pada saat itu. Namun saya lihat hingga hari ini PT BAT tidak memenuhi janjinya tersebut.

“Apakah ini ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan agar terjadi pergesekan antara sesama penduduk lokal dengan pemilik lahan dan masyarakat yang bekerja di pelabuhan batu bara tersebut,” Tegas Hison. (Led)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *