Bireuen – Drs H Suherman Amin , Ketua Pembina Dewan Pimpinan Cabang Pro Jurnalis Siber mengakui sejalan dengan banyaknya media sosial menjamur pula wartawan bodong yang terkadang turun ke sekolah sekolah, dan ke desa tujuan memeras kepala sekolah dan Keuchik dengan dalih liputan berbagai ragam sehingga terjadinya penyalahgunaan profesi.
Jika mereka ke sekolah beraksi memfoto jendela, sampah yang belum terbuang dan selalu mencari cari kesalahan dan menemui kepala sekolah menanyakan progam penggunaan dana BOS.
Ironisnya jika mau pulang minta izin pamit namun tidak segan segan dan mlu meminta uang transportasi dan makan. Memalukan dan menjatuhkan martabat wartawan.
Terkait ASN sebagai penulis yang ingin berkarya kita patut mengapresiasinya asalkan tetap menjaga independensi, tidak terganggu tugas,tetap bisa diterima ditengah tengah masyarakat daripada yang mengaku wartawan tetapi pekerjannya memeras
Menurut saya , dalam hal media seorang ASN itu tergantung niat pada diri masing -masing, kalau niat kita kotor tentunya pikiran berarah kebencian / mencari kesalahan orang lain , tetapi kalau berniat baik tentu pikirannya berarah kecerdasan memajukan mendukung satu sama lain tentang program yang tidak bersifat menyalahgunakan jabatan .
” Kita diam , senyum tetapi kita selalu ada. Bak kata orang pintar dan cerdas ” Dirinya tidak kemana mana, tetapi ada di mana”. (Red)












