NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Pusat Kajian dan Kebijakan Strategis ( Puskaptis ) Banyuwangi ajukan permohonan hearing pada Ketua DPRD Banyuwangi dan mendatangkan ketua satgas Covid terkait persoalan vaksinasi kepada kalangan lansia
Seperti yang diutarakan oleh Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Banyuwangi Muhammad Amrullah S.H, M.Hum
Bahwa terkait amburadulnya vaksinasi terhadap lansia maka kami Pusat Kajian dan Kebijakan Strategis ( Puskaptis ) akan mengadakan hearing dan besar harapan kami agar Ketua Dewan mengundang ketua satgas covid -19 karena terdapat 163.000 orang lebih lansia yang belum ter vaksin bahkan bisa lebih bisa 200.000 orang
Masih Amrullah, belum lagi vaksinasi yang salah sasaran yang tidak tepat. Oleh karena itu berdasarkan petunjuk dan surat edaran dari Menteri Kesehatan vaksinasi difokuskan terhadap lansia jadi diselesaikan dulu lansia sejumlah 238.000 orang tetap satu bulan berikutnya
Untuk tahap 2 setelah itu ada vaksin lagi untuk yang lain. Tidak masalah janganlah dibiarkan mati lansia itu karena mereka yang mempunyai risiko tinggi, imbuh nya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Dr Widji Lestariono membantah jika dikatakan target vaksinasi Covid-19 kepada lansia salah sasaran.
Menurutnya, data di BPS memang ada 238.587 orang lansia di Banyuwangi, akan tetapi target dari pusat 87.927 lansia dan disediakan 150.000 vaksin yang artinya kami menyediakan hampir dua kali lipat.
Kita dapat kiriman vaksin 256 ribu dosis vaksin, kita bagi untuk 150 ribu untuk lansia dan 106 ribu untuk pelayan publik, seperti guru, perangkat desa dan lain lain, dari 150 ribu dosis itu sebagai atensi kita kepada lansia karena kami menyadari lansia ini adalah kelompok rentan. Tapi kita tidak mungkin hanya fokus lansia dan mengabaikan kelompok lain yang juga penting. Maka 106 ribu dosis kita peruntukkan sasaran lainnya. Dan dikerjakan secara bersama-sama, tahap dua nantinya ada kiriman lagi,” jelas Rio, sapaan akrab Widji Lestariono.
Rio menerangkan seluruh Puskesmas di Banyuwangi sedang memburu sasaran, dengan sasaran utama lansia.
“Kasihan mereka bekerja keras membuka layanan vaksinasi diselingi jemput bola kepada sasaran. Yang terkendala datang ke tempat layanan juga dibantu sepenuhnya oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat Desa. Padahal kendala di lapangan sangat banyak, utamanya tingkat kehadiran lansia yang rendah,” ungkapnya.
Disebutkan, Vaksin AstraZeneca (AZ) yang diterima semuanya untuk dosis 1, karena interval ke dosis 2 adalah 12 minggu (3 bln). Sedangkan masa kadaluarsa vaksin AZ sangat pendek, sampai akhir Juni ini.
Karena itu dosis kedua nanti ada kiriman lagi. Target waktu Vaksinasi ini dikerjakan secara bertahap dan sesuai skema nasional akan selesai sampai akhir tahun.
(veri)












