Wacana pembangunan Dry Port di Bener Meriah
Ada wacana yang berkembang sepekan ini di berbagai media tentang Dry Port (pelabuhan darat) di kabupaten Bener Meriah. Wacana itu di utarakan langsung oleh Plt Bupati Bener Meriah Dailami bersama salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh (DPRA) dari dapil Bener Meriah Aceh Tengah, Hendra Budian, SH saat melakukan virtual Meeting bersama kementerian Perhubungan Republik Indonesia baru-baru ini.
Walaupun wacana pembangunan dry port ini sebelumnya sudah direncanakan dan dicari lokasinya oleh Bupati Bener Meriah Tgk. Syarkawi bersama wakil Bupati Dailami sebelum beliau jatuh sakit.
Sebenarnya dry port di kabupaten Bener Meriah sudah menjadi sebuah kebutuhan skala prioritas jangan hanya sebuah wacana sebagai bahan pembicaraan dan hayalan saja. Menggingat Kabupaten Bener Meriah bersama beberapa kabupaten terdekat seperti Aceh Tengah dan Gayo Lues merupakan penghasil komoditi Kopi dan holtikultura terbesar di Aceh bahkan untuk komoditi Kopi, kopi yang dihasilkan didataran tinggi tanah gayo menjadi komoditi yang paling dicari saat ini sampai ke manca negara.
Apa itu Dry Port?
Jika kita membicarakan tentang dry port (terminal barang) dalam sekala besar, ada beberapa nama yang dikenal untuk pelabuhan barang selain dry port seperti Inland Port, Inland Container Reprt dan Inland Cargo Center. Secara singkat, dry port atau bisa dikatakan Inland Terminal Connected by dry modes to a sea port ; yaitu terminal di daratan yang dihubungkan oleh moda darat ke pelabuhan laut. Dimana nantinya akan terdapat pelayanan kepabeanan yang lengkap di Dry port tersebut, yang menjadikan pergerakan barang / cargo menjadi efesien. Karena salah satu syarat dry port adalah daerah yang tidak mempunyai akses laut.
Nanti, ada dua manfaat yang didapatkan dari adanya dry port, seperti : pertama adalah manfaat dengan mengutamakan pengangkutan barang dengan peti kemas dimana nanti penghimpunan barang penyatuan kemasan barang, penanganan barang ke kapal, keamanan barang serta jaminan atau keutuhan barang yang dikirim tetap terjamin. Kedua : keuntungan dari adanya dry port adalah (a) peningkatan arus perdagangan, yang memberikan keuntungan secara regional maupun daerah secara menyeluruh.
(b) menurunkan biaya angkut barang. (c) menghilangkan pengurusan dokumen yang kadang-kadang membuat barang tertahan di pelabuhan.
Keuntungan Bagi Bener Meriah sendiri
Harapan dari masyarakat di Bener Meriah ini, tentulah apa yang di cita-citakan oleh pemerintah kabupaten Bener Meriah tentang pembangunan dry port cukup besar. Dimana nantinya setelah adanya dry port kita dapat mengolah sumber daya alam dikawasan kita yang kaya ini (ditambah kabupaten-kabupaten yang ada disekitar Bener Meriah) dengan sumber daya manusia kita sendiri dan dipergunakan sebesar-besarnya agar kemakmuran rakyat tercapai.
Kita berharap wacana yang di canangkan oleh Plt Bupati Bener Meriah Dailami tidak mengemuka begitu saja tanpa kelanjutan yang mengarah kearah yang lebih serius. Harapan kita selaku masyarakat, setelah wacana ini mengemuka, pemerintah Kabupaten Bener Meriah sudah bisa melakukan lobi-lobi secara intensif ke pusat melalui kementerian, hal ini perlu dilakukan lagi untuk penguatan permohonan wacana pembangunan dry port di Bener Meriah semakin menguat. Karena dampak dari pembangunan dry port cukup besar selain bagi Bener Meriah sendiri juga akan dirasakan oleh Kabupaten terdekat seperti Aceh Tengah dan Gayo Lues.
Selain menciftkan lapangan kerja yang banyak juga meningkatkan tarap hidup petani dan perekonomian daerah sendiri. Karena selama ini yang kita rasakan, kita penghasil komoditi tetapi orang luar yang menikmatinya. Seperti seekor Tikus harus menjadi kurus didalam sebuah lumbung padi.
Penulis : Chaidir
Pemerhati Pemerintahan Bener Meriah/Aceh Tengah dan juga Ketua PWRI Bener Meriah/Aceh Tengah












