NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, melakukan rapat koordinasi bersam Dinas Pemuda Olah Raga (Dispora), dan KONI Provinsi Maluku terkait dengan persiapan atlet yang akan dikirim pada Pekan Olah Raga Nasional ( PON) Papua.
Hal ini disampaikan , Ketua komisi IV DPRD Provinsi Maluku ,Samson Atapary Jumat (7/6/2021).
” Ada dua hal yang tadi kita bicarakan bersama Dispora Provinsi Maluku yakni bagaimana kesiapan atlit dan target di PON, kira-kira untuk menuju ke sana kendalanya seperti apa. Kemudian kaitan dengan bonus, ” ujarnya
Dalam rapat kordinasi tersebut, juga sudah membicarakan bersama mitra, bagaimana merancang untuk masuk di Anggaran Pendapatan Belajar Daerah (APBD), supaya ada kepastian dari pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan.
” Artinya dalam kepastian itu, Pemerintah daerah mengumumkan secara resmi, ada pemberian bonus bagi yang mendapat medali emas, perak atau perunggu. Karena dalam pembahasan ini, memang sudah ada rencana antara Kadispora Promal, Ir.Sandy Wattimena, Seketerais Daerah (Sekda) Promal Ir. Kasrul Selang dan Badan Pengawasan Daerah (BAPEDA) Provinsi Maluku, untuk melihat anggaran yang ada , rasionalisasinya seperti apa,” jelas Atapary.
Disampaikan Atapary, selain kebutuhan anggaran yang sangat mendesak di tahun 2021 ini , juga dikaitkan dengan vaksin .
” Jadi memang APBD kita yang rendah ini, menjadi satu kesulitan, dan mudah -mudahan rasionalisasi- rasionalisasi yang ada bisa diputuskan dengan pemberian bonus, dari pemerintahan daerah yakni. Gubernur Maluku Murad Ismail agar bisa memberikan keputusan secara resmi bagi atlit yang berprestasi di PON nanti akan mendapat bonus dengan jumlah nilainya.” ungkapnya
Menurut Atapary bahwa memang ada usulan walaupun hasil realisasi di tahun 2021 , kalau dananya terlalu kecil terjepit, kita mengharapkan dianggarkan di tahun 2022, yang penting ada kepastian bahwa ada anggaran.
Dikatakan juga, bagi atlit prestasi selain bonus berbentuk uang ,juga membicarakan kedepan ada jaminan masa depan atlit, kalau memang mereka sulit mengakses menjadi ASN , TNI atau Kepolisian mungkin juga KONI menfasilitasi ada koperasi atlit.
” Sehingga mungkin yang punya jiwa usaha itu mereka bisa usaha secara mandiri, bisa mengakses anggaran angaran yang ada di koperasi apakah itu , bantuan koperasi usaha mikro kecil , sehingga mereka pensiun dari atlit masa depan mereka bisa terjamin.
Selian itu juga ada usulan pikiran, bisa dibicarakan dari hati kehati , pimpinan polisi yang ada di Maluku, dengan pangdam bagaimana kira- kira atlit yang berprestasi , dan memang dia memenuhi kriteria untuk bisa masuk TNI atau Kepolisian,” terangnya
” Semua ini muncul secara spontan di rapat, kenudian nanti kita akan dilanjuti dengan KONI dan terutama komisi I, untuk bisa bicara dengan Pangdam, Kapolda bagaiman atlit atlit yang berprestasi diberikan kemudahan untuk bisa tes di dikepolisian maupun TNI.” pungkasnya.
(ernes)












