OPINI  

Presiden Prabowo Harus Didukung Penuh, Masalah Yang Dihadapi Bangsa ini Sudah Stadium 4

Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn

Oleh, Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Jujur saja untuk semua kita sebagai rakyat Indonesia melihat keadaan saat ini bahwa; Tugas Presiden Prabowo hari ini bukan tugas biasa. Ini tugas bedah besar yang sangat luar biasa. Pasiennya bernama Indonesia. Dan vonis dokternya sangat jelas: stadium 4. Rusaknya sudah hamper ke semua organ.

Kita sebagai Bangsa tidak bisa lagi munafik. 10 tahun terakhir kita sibuk membangun fisik. Jalan, jembatan, IKN. Yah memang Bagus. Tetapi di saat yang sama, fondasi bangsa keropos. Karena Hukum bocor, korupsi naik, kepercayaan publik turun.

Datanya jelas. Data CPI pada tahun 2025 Indonesia turun 10 peringkat jadi 109 dari 182 negara. Skornya 42. Artinya apa? Artinya investor melihat kita sebagai negara yang masih rawan suap dan nepotisme yang mengakibatkan mereka enggan masuk investasi.

Hal tersebut baru dalam satu organ. Jika di lihat organ yang lain. Di bidang Ekonomi: PHK masih terjadi, daya beli melemah. Hukum: penegak hukum masih jadi berita karena kasus korupsi dan lainnya. Pendidikan: lulusan banyak, kerjaan sedikit. Digital: kita teriak “Tuan Rumah Data” tetapi listriknya mau dijual keluar dulu.

Stadium 4 artinya tidak bisa diobati dengan vitamin. Harus kemoterapi. Harus operasi besar. Dan operasi besar itu pasti sakit. Pasti ada yang teriak. Pasti ada yang dirugikan dan pasti ada yang berontak dengan cara halus.

Karena itu Presiden Prabowo tidak butuh buzzer. Tidak butuh tepuk tangan kosong. Yang beliau butuhkan adalah: dukungan penuh rakyat yang sadar bahwa kita sedang di UGD.

“Bersih-bersih” itu kalimatnya enak. Prakteknya kotor. Karena bersih-bersih berarti mencopot pejabat titipan. Berarti memotong anggaran siluman. Berarti berani lawan mafia impor, mafia hukum, mafia tambang dan mafia hitam lainnya.

Siapa yang paling tidak suka kalau ada bersih-bersih? Ya para mafia itu sendiri. Mereka akan pasang badan. Mereka akan membuat gaduh. Mereka akan bilang “pemerintah otoriter”. Padahal yang mereka takut cuma satu: aliran duitnya diputus.

Lihat kasus hukum saat ini. KPK dilemahkan. Kejaksaan tebang pilih. Oknum Hakim masih ada yang jual beli vonis. Kalau ini tidak dibereskan, mau bangun IKN 1000 triliun juga akan habis dikorupsi.

Lihat kasus ekonomi. Subsidi bocor. Impor pangan tidak karuan. Proyek mangkrak. Kalau ini tidak dibereskan, mau ada data center, mau ada AI nasional, tetap kalah sama negara tetangga.

Lihat pada kasus-kasus sosial. Kesenjangan makin lebar. Anak muda demo karena tidak ada kerja. Rakyat marah karena harga naik. Kalau ini tidak dibereskan, maka stabilitas yang menjadi mahal harganya.

Jadi mendukung Presiden itu bukan berarti setuju buta. Mendukung artinya: “Pak, kami di belakang. Silakan sikat yang busuk. Kami siap menahan sakitnya karena itu bagian dari proses”.

Mendukung artinya rakyat juga harus berubah. Tidak nyogok. Tidak minta jatah. Tidak titip proyek. Karena percuma presiden bersih kalau rakyatnya masih cari jalan pintas.

Tantangan terbesar Prabowo bukan di luar. Tantangannya ada di dalam. Di lingkaran kekuasaan. Di partai politik. Di pengusaha. Di birokrasi. Semua akan diuji: setia ke negara atau setia ke perut sendiri atau ke mafia hitam.

Sejarah mencatat. Negara yang sembuh dari stadium 4 pasti lewat fase paling menyakitkan. Korea Selatan begitu. Singapura begitu. Awalnya ricuh. Awalnya banyak musuh. Tapi 10 tahun kemudian mereka terbang.

Kita punya waktu 5 tahun kedepan. 5 tahun untuk memotong yang busuk dan menanam yang baru. Kalau gagal, maka “Indonesia Emas 2045” hanya jadi slogan di spanduk.

Ya memang berat. Ya juga sakit. Ya jadi banyak musuh. Tetapi tidak ada pilihan lain. Presiden Prabowo harus didukung penuh. Bukan karena beliau sempurna. Tapi karena kalau bukan sekarang kita berbenah, kapan lagi? Kalau bukan kita yang dukung, siapa lagi? Negara ini terlalu besar untuk dibiarkan mati karena kita sibuk saling menyalahkan.

*) Prktisi Hukum/Akdemisi/Ketum PWRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *