JAKARTA, NUSANTARANEWS.co – Langkah besar dalam memperkuat sinergi gerakan sosial tercatat hari ini, ketika kelompok relawan Jaman (Jaringan Kemandirian Sosial) DKI yang memiliki ratusan ribu partisan (sesuai dengan kata salah satu orang pentolan Jaman) ini secara resmi menyatakan bergabung dengan lembaga GibranHolic RI. Penggabungan ini menjadi tonggak penting untuk memperluas jangkauan serta dampak positif kegiatan kemasyarakatan di seluruh wilayah Jakarta maupun nasional.
Perwakilan Relawan Jaman DKI menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah melihat kesamaan visi dan semangat yang sama dalam melayani masyarakat. “Kami menilai GibranHolic RI memiliki komitmen nyata untuk hadir di tengah rakyat, mendukung kemajuan generasi muda, serta bergerak cepat menjawab kebutuhan warga. Inilah yang membuat kami yakin untuk bergabung dan bergerak bersama,” ujar Masrilanis tokoh dan koordinator Relawan Jaman DKI.
Sementara itu, pihak GibranHolic RI menyambut hangat kehadiran rekan-rekan relawan baru. “Kehadiran Relawan Jaman DKI adalah energi baru yang sangat berharga. Pengalaman, semangat, dan kedekatan mereka dengan warga Jakarta akan sangat melengkapi langkah kita bersama. Mari kita satukan kekuatan untuk berkarya lebih banyak lagi bagi bangsa dan negara,” tutur perwakilan lembaga.
Dengan bergabungnya Relawan Jaman DKI, diharapkan berbagai program seperti bantuan sosial, kegiatan lingkungan, pengembangan potensi pemuda, dan aksi kemanusiaan lainnya dapat berjalan lebih optimal, menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Di lain pihak Ketua Umum GibranHolic RI Prof. IPt. Sudiarsa Boy Arsa, Ph.D mengatakan Lembaga GibranHolic Republik Indonesia ini sudah berdiri sejak tanggal 15 Juni 2023 di kota Solo. Lembaga dan atau organisasi ini adalah Lembaga intelektual berbasis massa yang menggabungkan kajian keilmuan atau pemikiran strategis dengan mobilisasi dukungan masyarakat luas.
Lembaga dan atau Organisasi ini tidak hanya diisi oleh para ahli atau akademisi, tetapi juga memiliki anggota atau jaringan akar rumput yang besar untuk menggerakkan perubahan sosial atau politik untuk memjadi lebih baik secara universal.
Karakteristik Utamanya adalah Pendidikan, Politik, Sosial, Ekonomi dan Budaya. Salah satu cara kerjanya adalah mengubah ide-ide akademis menjadi panduan yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Aksinya bersifat kolektif kolegial yang artinya Kekuatan institusi tidak hanya terletak pada gagasan, tetapi juga pada jumlah pengikut yang siap melakukan advokasi atau kegiatan bersama.
“Konsep kerjanya dua arah yaitu menggodok teori di tingkat atas dan menyerap aspirasi langsung dari kehidupan sehari-hari massa.Konsep ini menjembatani kesenjangan antara kaum cerdik pandai (elite pemikir) dan masyarakat umum (grassroots), sehingga perubahan yang didorong lebih inklusif dan membumi,” ungkap Profesor terkemuka disalah satu Universitas ternama di USA ini.
[rel]












