JAKARTA, NUSANTARANEWS.co – Berkurban adalah ibadah yang sangat dicintai Allah SWT, berfungsi sebagai wujud syukur, bukti takwa, dan sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Ibadah ini juga melatih keikhlasan melepaskan harta serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagi kebahagiaan dengan sesama
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia Kabupaten Wajo, Sulsel, Rizal Saputra melalui keterangan, Selasa [26/5/2026] petang.
“ Berkurban sebagai wujud takwa dan melaksanakan perintah Allah SWT dengan ikhlas meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sekaligus bentuk terima kasih atas segala nikmat rezeki dan kehidupan yang diberikan Allah SWT,” kata Rizal, Selasa.
Menurutnya, Hari Raya Idul Adha menjadi momentum untuk melakukan intropeksi terhadap pengorbanan kepada bangsa, negara, dan agama.
“Saya atas nama pribadi, menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026 kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Semoga bertambah kuat keimanan dan taqwa kita kepada Allah SWT. Aamiin,” ujarnya.
Rizal berharap, Hari Raya Idul Adha dan prosesi kurban dapat semakin memantapkan hubungan diri dengan Sang Pencipta dan sesama umat manusia.
“Tentu, lewat prosesi kurban melatih diri kita untuk semakin taat kepada Sang Pencipta lewat berbagai pengorbanan yang kita kerjakan dan semakin menguatkan hubungan kita dengan sesama umat manusia.,” ungkapnya.
Rizal kembali mengingatkan, momentum Iduladha merupakan saatnya bagi kita dapat membuat sejarah, bagaimana memberikan manfaat yang seluas-luas dan sebesar-besarnya bagi sesama.
“Dengan ketulusan niat mari kita berkurban hanya untuk Allah SWT. Dengan demikian, melalui kurban, maka kita tidak hanya memberikan manfaat untuk orang lain, namun juga insya Allah akan mendapat pahala dari Allah SWT,” tuturnya.
“Mari kita bangun ketulusan diri kita melakukan segala sesuatu dengan niat karena Allah SWT, seperti Nabi Ibrahim dalam catatan sejarah yang merelakan mengurbankan anaknya sehingga melahirkan semangat berkurban yang kita rasakan pada saat ini. Semoga dengan meneladani hikmah dari sejarah, kita dapat menguatkan ketulusan dalam beribadah kurban. Aamiin,” pungkas Rizal Saputra.
[Nur/rel]












