Catatan Muchlis Ibrahim
Sebagai hari besar umat Islam, kehadiran hari raya Idul Fitri sangat dinanti-nanti. Dalam Islam, kata Idul Fitri dan lebaran memiliki makna mendalam yang perlu diketahui umat Muslim. Idul Fitri atau lebaran merupakan momen besar yang dirayakan oleh semua umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Makna Spiritual Idul Fitri
Idul Fitri memiliki makna spiritual untuk kembali ke kemurnian kesucian.
anusia diajak untuk bertransformasi menjadi manusia yang lebih baik, yang lebih sabar dan rendah hati. Kita juga disadarkan agar senantiasa bisa bersyukur bahwa kita masih sehat. Sebagai warga yang bangga akan bangsanya, kita pun diajak untuk tetap rendah hati dan jujur dalam semua situasi sebagai jalan sosial spiritual.
Sembari konsisten menekuni sikap pribadi yang berserah dan berseru kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam hal ini, masyarakat dituntun untuk mencontoh amalan nabi dan tokoh suci agama yang senantiasa mampu berbuat baik terhadap orang yang tidak saja kepada orang yang baik, tetapi juga kepada orang yang berbuat jahat kepada mereka. Mampu menjalin kembali silaturahmi dengan orang yang telah terputus selama ini. Serta mampu menyampaikan kebenaran meskipun hal itu pahit, karena memang diniati untuk kebaikan bersama.
Dari berbagai tokoh penceramah agama, kita kerap mendengar himbauan agar senantiasa mengupayakan kebaikan dengan mengajak bukan menginjak, dengan merangkul bukan memukul.
Merajut Kembali Toleransi dan kebersamaan
Dalam konteks beragama, sering dikatakan, apabila diantara kamu muncul perselisihan, seperti janganlah sampai hal itu merusak hatimu, merusak hubungan di antara sesama anak bangsa yang toleran.
Perasaan benci, iri dan dengki hendaknya diupayakan sejauhnya dari diri kita, bahkan sudah harus kita kubur. Sehatkan fisik dan jiwa kita. Dalam bermasyarakat dan berbangsa persaudaraan harus tetap jadi Tujuan Utama.
Tantangan masyarakat bangsa di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu sungguh membutuhkan sinergitas potensi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat bangsa. Saatnya kita kembali bergandengan tangan menghadapi berbagai tantangan dengan optimis menatap masa depan bangsa.
Lebih dari pada itu, kita harapkan lahirnya tokoh-tokoh negarawan yang teguh mengedepankan kepentingan bangsa sebagai prioritas utama. Serta menyadari pentingnya mewariskan legasi mulia bagi generasi mendatang, generasi anak cucu kita, generasi penerus dengan tantangan dalam dunia digital dan dunia medsos yang merupakan peradaban terkini.
Momentum Idul Fitri ini juga mengingatkan bahwa perhelatan kita di dunia ini sementara sedangkan di akhirat itu kekal adanya.
“Idul Fitri adalah waktu untuk memperbaiki, memaafkan dan merenung. Selamat merayakan hari yang Fitri. Mari jadikan momentum hari kemenangan ini untuk menjadi insan yang semakin baik dalam ketaatan.”
Semoga momentum Idul Fitri ini menjadi jalan bagi kita untuk lebih memperkokoh keimanan kita kepada Allah SWT, menghargai sesama dalam bingkai kemanusiaan.
Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.










