HUKUM  

Modus baru mafia judol: Petani dibayar Rp 100 ribu buka rekening

Foto ilustrasi

MEDAN, NUSANTARANEWS.co — Pelaku kejahatan siber, termasuk judi online (judol), memanfaatkan masyarakat untuk membuka rekening bank yang kemudian dijadikan penampung transaksi ilegal. Modus ini dilakukan dengan menawarkan imbalan sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, terutama kepada warga dari kalangan kurang mampu.

“Bagaimana mudahnya kemudian membuat penampungan rekening dengan meminta kepada masyarakat yang kurang mampu dibayar Rp 100.000-Rp 500.000 untuk membuat rekening-rekening penampungan,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam acara OJK Banking Forum 2026, pekan ini.

Menurutnya, banyak pihak yang dimanfaatkan dalam modus tersebut, mulai dari petani hingga ibu rumah tangga. Mereka diduga tidak sepenuhnya memahami bahwa rekening yang dibuat akan digunakan untuk transaksi yang melanggar hukum.

Meutya menilai, praktik tersebut seharusnya bisa dicegah lebih dini apabila proses “know your customer (KYC)” di perbankan diperkuat hingga ke daerah dan gerai-gerai layanan bank.

Ia menjelaskan, rekening yang dimiliki nasabah dalam jumlah banyak tapi memiliki saldo kecil seharusnya dapat menjadi salah satu indikator untuk diperiksa lebih lanjut.

“Sebetulnya kalau KYC dikuatkan hingga ke daerah atau gerai-gerai perbankan, ini bisa dideteksi lebih awal. Terutama kalau rekeningnya jumlahnya banyak tapi angka saldonya tidak banyak. Itu juga pasti dapat dideteksi lebih awal kalau kita semua hati-hati,” ujarnya.

Karena itu, Meutya berharap langkah pemutusan akses terhadap aktivitas ilegal di ruang digital juga dibarengi dengan pemblokiran rekening-rekening yang terbukti bermasalah.

Menurutnya, langkah yang lebih ideal adalah mendeteksi rekening penampung sejak awal sehingga tidak perlu menunggu banyak laporan dari masyarakat.

“Kami meyakini bahwa nanti pemutusan akses ini didukung juga dengan pemutusan terhadap rekening-rekening yang memang bermasalah. Syukur-syukur lebih dideteksi. Jadi tidak usah ada banyak pelaporan rekening bermasalah. Kalau dari awal ternak rekening bisa dihindari, bisa dikecilkan oleh tim Bapak-Ibu di seluruh penjuru Indonesia. Ini yang memang sangat krusial,” tukasnya, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, Kamis (16/7/2026) malam.

(KTS/rel)

Sumber: cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *