Sikapi Insiden Aceh, Rizal Saputra: Pentingnya Menjaga Kondusivitas Serta Menuntaskan Akar Persoalan di Daerah

JAKARTA, NUSANTARANEWS.co –   Insiden ketegangan yang mewarnai peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (15/8/2026), memantik respons luas dari berbagai kalangan.

Pengamat kebijakan publik, Rizal Saputra mengatakan agar peristiwa tersebut tidak kembali terulang, pentingnya menjaga kondusivitas serta menuntaskan akar persoalan di daerah.

Menurut Rizal, insiden tersebut menjadi alarm penting, terkait transparansi tata kelola sumber daya alam serta penanganan pascabencana di beberapa wilayah  di Aceh yang turut memicu pemantik emosi massa.

“ Ini menjadi alarm penting, agar transparansi tata kelola sumber daya alam serta penanganan pasca bencana di Aceh beberapa waktu lalu harus lebih diperhatikan. Peran pemimpin daerah untuk melakukan pendekatan yang lebih sejuk juga harus dilakukan. Saya meyakini mayoritas rakyat Aceh tetap menghendaki dan merawat kedamaian. Konflik internal atau ketidakpuasan antarkelompok lokal seperti ini harus segera diredam oleh para pemimpin daerah,” kata Rizal, Rabu [19/8/2026].

Rizal juga mengapresiasi gerak cepat Forkopimda Aceh dalam mensikapi insiden tersebut, dengan mengeluarkan enam rekomendasi untuk mencari akar persoalan sekaligus merumuskan solusi.

“ Perdamaian Aceh adalah fondasi bersama dalam membangun Aceh yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Diketahui, terjadi insiden 15 Agustus 2026 di Aceh saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kericuhan dipicu oleh aksi sekelompok massa yang mengibarkan bendera Bulan Bintang, menurunkan bendera Merah Putih, serta insiden perusakan lambang negara yang berujung bentrok dengan aparat keamanan.

Aparat kepolisian memastikan situasi telah kembali kondusif, dan pemerintah menyatakan insiden tersebut dilakukan oleh segelintir oknum yang memanfaatkan momentum.

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *