NUSANTARANEWS.co, Papua Barat — Di bawah langit Manokwari yang teduh, semangat gotong royong kembali menemukan rumahnya. BPJS Kesehatan Cabang Manokwari mengambil langkah strategis dengan menyapa langsung generasi muda melalui kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama komunitas penggerak Gerakan Pramuka Manokwari, bertempat di Universitas Caritas Indonesia (UNCRI). (24/9/2025)
Kegiatan ini diikuti oleh para pembina serta anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan (Gudep), yang datang membawa satu kesamaan: kesiapan menjadi agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Sejumlah Gudep yang berpartisipasi antara lain UKM Gerakan Pramuka UNCRI, UKM Gerakan Pramuka UNIPA, Polbangtan Manokwari, SMA Negeri 2 Manokwari, SMA St. Paulus Manokwari, SMA Kristen YABT, SMK Kehutanan Negeri Manokwari, SMK Negeri 1, 2, dan 3 Manokwari, SMKS Kesehatan Terpadu Manokwari, serta SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat.
Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Ria Pasauran, dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda memegang peran sentral dalam menjaga nilai solidaritas sosial yang menjadi fondasi utama Program JKN.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, adik-adik Pramuka dapat menjadi corong informasi Program JKN di masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Jaminan kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus dipahami sejak dini,” ujar Ria.
Menurutnya, Program JKN bukan sekadar sistem pembiayaan kesehatan, tetapi wujud nyata prinsip gotong royong bangsa Indonesia—yang sejalan dengan nilai luhur kepramukaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai hak dan kewajiban peserta JKN, alur pelayanan fasilitas kesehatan, hingga pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Materi disampaikan secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan uji pemahaman, menjadikan sosialisasi tidak sekadar satu arah, tetapi dialog yang hidup dan membumi.
“Dengan memperkenalkan Program JKN kepada anggota Pramuka, kami ingin memperkuat sinergi BPJS Kesehatan dan Gerakan Pramuka dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Inilah bagian dari upaya membangun Generasi Sadar JKN,” pungkas Ria.
Atas nama Pimpinan Universitas Caritas Indonesia, Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi UNCRI, Yohanes Ada’ Lebang, yang juga menjabat sebagai Pembina Pramuka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Manokwari.
Ia menilai langkah BPJS sebagai bentuk investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi muda, khususnya anggota Pramuka, yang kelak akan menjadi pemimpin dan pelayan masyarakat.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan gugus depan yang telah mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan ini. Kolaborasi seperti inilah yang memperkuat pendidikan karakter dan literasi kesehatan,” ungkap Kak Joe sapaan akrabnya.
Lebih jauh, Kak Joe menaruh harapan besar agar pada tahun 2026, pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat Siaga, Penggalang, dan Penegak—mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK—menjadi kewajiban penuh sebagaimana diamanatkan dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, yang mengembalikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. Maupun pembinaan Gerakan Pramuka Tingkat Perguruan Tinggi (PT).
Kebijakan ini dinilai menegaskan kembali peran strategis Pramuka dalam pembentukan karakter melalui pengalaman langsung, di tengah tantangan era globalisasi.
Oleh karena itu, diharapkan Ka. Mabida (Gubernur Papua Barat) dan Ka. Mabicab (para Bupati) dapat memberikan dukungan nyata melalui kebijakan anggaran serta pembenahan Kwartir pada tingkatannya hingga kwartir Ranting secara profesional, terutama dari sisi penguatan SDM, selaras dengan Dasa Dharma Pramuka dan semboyan luhur: “Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Bhaktikan.”
Di Manokwari, hari itu, Pramuka dan BPJS Kesehatan tidak sekadar berbagi informasi—mereka menyalakan obor kesadaran, bahwa kesehatan adalah hak, tanggung jawab, dan pengabdian bersama. Juga sebagai cikal bakal hadirnya UKM Gerakan Pramuka UNCRI.











