Kajian Islam Ustadzah Dr. Nur Hamidah  “Trend Kartini Muslimah”

Ustadzah Dr. Nur Hamidah, Lc, M.Ag

DEPOK, NUSANTARANEWS.co – Kartini dipandang sebagai sosok inspiratif yang memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan perempuan, yang selaras dengan ajaran Islam yang memuliakan perempuan. Perjuangan R.A. Kartini melalui kacamata nilai-nilai Islam, memadukan semangat emansipasi dengan ketaatan beragama.

Hari Kartini adalah momentum emas untuk merefleksikan kembali peran perempuan dalam membangun bangsa dan umat. Bagi muslimah, Kartini bukan sekadar simbol perjuangan gender, tapi juga inspirasi untuk menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan bertakwa.

Hal itu disampaikan Ustadzah Dr. Nur Hamidah, Lc, M.Ag, dalam Kajian Islam Para Ibu [Kalam Rabu] di Masjid Adz Dzikri, Pesona Kayanan Depok, Rabu [22/4/2026] pagi.

Ustadzah Dr. Nur Hamidah, Lc, M.Ag [kiri] bersama CEO Kinerja Group Risdiana Wiryatni [kanan]
Tren Kartini Muslimah, kata ustadzah Nur Hamidah, menekankan bahwa perempuan wajib menuntut ilmu sepanjang hayat. Semangat Kartini untuk belajar dan membuka wawasan dianggap sejalan dengan perintah Islam untuk mencerdaskan umat.

“ Kartini mengjarkan kita harus menjadi perempuan berilmu melalui semangat Habis Gelap Terbitlah Terang. Emansipasi yang diusung bukan sekadar kebebasan mutlak, melainkan kebebasan untuk berdaya, berkarya, dan berprestasi tanpa melanggar batasan-batasan syariat,” terang ustadzah Nur Hamidah

“ Tren ini menegaskan bahwa kemuliaan Kartini terletak pada ilmu, akhlak, dan kontribusinya bagi umat, bukan sekadar simbol fisik,” sambungnya.

Menurut Ustadzah Nur Hamidah, Kartini Muslimah adalah sosok yang cerdas, berdaya, berakhlak, dan berkontribusi aktif dalam kemajuan bangsa berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kartini Muslimah menekankan pentingnya silaturahmi sebagai salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam yang memuliakan manusia. Konsep ini relevan dengan semangat emansipasi Kartini yang menuntut perempuan untuk maju, berpendidikan, dan berdaya, namun tetap berakar pada nilai-nilai ketakwaan, akhlak mulia, dan kebersamaan, bukan individualisme.

“ Kartini Muslimah memadukan emansipasi dengan ajaran agama yang kukuh, di mana kepintaran dan kemandirian perempuan harus diimbangi dengan menjaga hubungan baik dengan sesama melalui silaturahmi yang bermanfaat,” ujarnya.

[Risdiana]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *