NUSANTARANEWS.co. Brebes – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) No. 63 Manahan jurusan Solo–Gambir di rel kereta api KM 306+1 jalur hilir antara Stasiun Bumiayu–Linggapura, tepatnya di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, pada Senin (19/5/2025) sekitar pukul 02.40 WIB.
Kejadian tragis ini pertama kali dilaporkan oleh Suratmo (30), seorang petugas keamanan Stasiun KAI Bumiayu, sekitar pukul 03.30 WIB. Menurut laporan, korban saat itu sedang berjalan di atas rel dengan posisi membelakangi arah kedatangan kereta. Meskipun masinis telah membunyikan semboyan peringatan, korban tidak menunjukkan respons hingga akhirnya tertemper KA Manahan yang sedang melaju dari arah selatan ke utara (menuju Jakarta).
Korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun, mengenakan kaos putih bertuliskan “Cabup Mitha Wurja”, jaket hitam, celana panjang warna biru, dan sandal selop hitam. Tidak ditemukan identitas resmi pada tubuh korban.
Dua saksi mata kejadian yakni M. Fahmi (42), petugas harian lepas PJKA asal Desa Galuhtimur, dan Walid Z. (40), anggota Polsuska dari Purwokerto, memberikan keterangan saat olah TKP dilakukan.
Masinis KA 63, Slamet Priyanto, dan asistennya Febri Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa korban terlihat terlalu dekat dengan rel saat kereta mendekat dan tidak sempat menghindar.
Pihak Polsek Tonjong bersama tim medis dan petugas dari PJKA segera melakukan evakuasi terhadap jenazah korban ke RSUD Bumiayu. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban dipastikan meninggal di tempat dengan kondisi tubuh hancur dan terpisah.
Langkah-langkah yang telah dilakukan aparat antara lain menerima laporan, melakukan olah TKP, memeriksa saksi, berkoordinasi dengan pihak stasiun, dan melaporkan kejadian ke pimpinan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih berupaya mengidentifikasi korban dan mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi pihak berwajib. ( Rizal Sismoro)












