banner 728x250

Kejadian Tragis di Daop 3 Cn, Tabrakan Kereta Api dan Sepeda Motor Menelan Korban Jiwa

NUSANTARANEWS.co, Cirebon, Jumat 21 Juni 2024 – Duka mendalam menyelimuti Daop 3 Cn akibat kejadian tragis pada hari ini. Pada jam 14.33 WIB, pihak PJKA menerima laporan dari ASP KA 106 (Gaya baru malam selatan) relasi Pse-Sgu mengenai tabrakan dengan sepeda motor di kilometer 225+7/8 petak jalur Cnp-Lwg, JPL terdaftar dengan No. 210 yang dijaga oleh swadaya.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa saat KA 106 (Gaya Baru Malam) melintas di perlintasan di JPL No. 210 kilometer 225+7/8 Petak Cnp-Lwg, terjadi tabrakan dengan sepeda motor. Menurut keterangan saksi (penjaga JPL swadaya atas nama Pepen, Elgi), pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat di kilometer 225+7/8 petak Cnp-Lwg telah berhenti, namun salah satu pengendara sepeda motor yang terlibat tabrakan tersebut nekat menerobos untuk maju, menyebabkan tabrakan yang tidak terhindarkan.

Tindak lanjut yang diambil meliputi kehadiran Pam Jalur Polsuska M. Akbar di lokasi kejadian, pencarian korban yang berhasil ditemukan di kilometer 225+8/9 petak Cnp-Lwg, pelaporan kejadian ke Polsek Mundu, penanganan korban oleh tim Inafis dan Polsek Mundu yang kemudian dievakuasi ke RSUD Gunung Jati, serta koordinasi dengan Dishub Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan JPL tersebut.

Identitas korban yang mengalami luka berat adalah Shidiq Mustofa, lahir di Cirebon pada 24 Maret 2007, berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Blok Mukidin RT/RW 002/001 Desa Tukmudal Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Selain itu, terdapat satu korban luka berat lainnya yang identitasnya belum diketahui.

Kendaraan yang terlibat dalam tabrakan adalah Yamaha Mio dengan nomor polisi E 5983 JP yang mengalami kerusakan berat.

Kerugian materiil dari kejadian ini meliputi kerusakan pada kereta api yaitu lokomotif dan rangkaian aman, namun tidak ada kerusakan yang signifikan. Namun, hal ini mengakibatkan keterlambatan KA 106 (GBMS) selama 7 menit untuk pemeriksaan dan penanganan rangkaian.

Pihak PT KAI kini mendapat kritik tajam dari masyarakat terkait kejadian ini. Masih adanya kejadian tabrakan di perlintasan tanpa palang pintu dan kurangnya pengawasan serta koordinasi yang efektif menjadi sorotan utama. Masyarakat mendesak PT KAI untuk segera meningkatkan sistem keselamatan di seluruh jalur perlintasan, termasuk pemasangan palang pintu dan peningkatan pengawasan secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

(Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *