Umum  

Setelah Viral di Medsos, Pemkab Kebumen Akan Bantu Pengobatan Keluarga Tidak Mampu

 

NUSANTARA-NEWS.co, Kebumen – Sempat Viral di media sosial terkait pemberitaan dan aduan surat terbuka tentang keluarga ekonomi lemah di tambah dengan ketidak mampuan untuk berobat anak dari pasangan suami – istri yang memohon bantuan kepada gubernur dan presiden, mengundang reaksi dari seluruh elemen yang terdiri dari pemerintah desa Sirnoboyo,Forkompincam, Puskesmas dan Forkominda Kabupatren Kebumen beserta beberapa wartawan untuk turun mengecek kerumah pasangan Trimulyanto berlokasi di Desa Sirnoboyo Kec. Bonorowo.

Saat di konfirmasi oleh awak media nusantara-news.co, pengganti Kepala Desa Sementara Sirnoboyo, Priyatno SE, menyampaikan akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk keluarga Trimulyanto.

” Kita akan selalu bekerja sama dari pemerintah bawah sampai atas, untuk itu saya ucapkan terima kasih atas informasi dari rekan rekan media yang menjadikan kontrol sosial sehingga kami bisa terus berbenah untuk kemajuan dan pelayanan masyarakat supaya lebih baik,” Ungkap Priyatno, SE.

Sementara itu dokter Dwi Budi Satrio Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kebumen di sela – sela kunjungan ke tempat keluarga Trimulyanto langsung menyapa awak media sambil bergegas mengecek kesehatan Nia Kurnia yang sakit.

dokter AH. Dwi Budi Satrio mengatakan, pihaknya bersyukur bisa bertemu dengan keluargaTrimulyanto langsung.

” Pada dasarnya dengan negara yang luas ini akan terjadi kasus seperti ini akan terjadi, namun kita akan berbenah memperbaiki data dari Kominfo dan Dinas Sosial sehingga hal semacam ini tidak kami pertentangkan. Jika ada info seperti ini kabarkan kepada kami, pasti akan segera kami tangani terjun langsung pertama kali, kita tangani,” kata Dokter Dwi Budi.

Kadinkes juga menjamin akan menanggung semua biaya rumah sakit oleh Pemkab Kebumen. Karena dalam UU juga mengatur orang miskin dan tidak mampu di biayai oleh negara, serta mendapatkan SK Dinsos, selain itu dana darurat bupati ada untuk penyakit.

“Maka pertama harus terdaftar di data DTKS untuk mendapatkan pelayanan dari Dinkes dan Dinsos serta yang lain, untuk operasi kita harus laporan ke bupati karena belum masuk data DTKS,” terangnya.

Sementara itu dalam akun Facebook Bupati Kebumen Arif Sugiyanto,SH, mengapresiasi kepada rekan-rekan Pers atas informasi yang diberitakan terkait masyarakat Bonorowo yang kesulitan dalam kesehatan dan ekonomi kurang mampu.

” Insya Allah besok pagi Wakil Bupati langsung turun menangani, serta penanganan kesehatan di rumah sakit Prembun”, kata Bupati.

( Sunardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *