NUSANTARA-NEWS.co, Malang- Pemulangan jenazah pekerja migran Indonesia (Sigit Ari Sandie) mengalami keterlabatan karena rusaknya ambulan dan sopir kesasar jalan.
Sigit AS yang meninggal dalam kecelakaan kerja di Taiwan berapa pekan lalu yang bekerja di pabrik kertas saat membersihkan mesin badan terlilit hingga merenggut nyawanya.
Ibu kandung korban, Mariyam dan kelurga lainya saat jenazah datang menangis histeris setelah menunggu kedatangan jenazah anaknya yang berproses selama 3 mingguan.
Dalam perjalanan mengantar jenazah dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, menurut Minto Mulyono sebagai orang tua korban, terjadi keterlambatan pasalnya mobil ambulan Luxio yang dikendarai di daerah Ngawi Sragen perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalami kerusakan akhirnya diganti mobil ambulan lain.
Puluhan rekan dan sahabat almahum Sigit menjemput kedatangan jenazah di poscafe karangkates mulai selasa dini hari pukul 3 malam. Karena terjadi kerusakan mobil dan sopir ambulan terjadi nyasar juga lewat Sidoarjo Surabaya akhirnya waktu seharusnya sampai di rumah duka pukul 3 dini hari, baru sampai tempat pukul 07.00 pagi.
Serah terima jenazah tersebut dilakukan Selasa 13 April 2021 pukul 7:30 Wib yang di saksikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia(BP2MI) perwakilan dari PT. Diyavi Manpower Development dari Jakarta.
Perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Kepala Bagian Bagian Penempatan Tenaga Kerja (Kabag PTKI) Yuniman memberikan sambutan dalam serah terima jenazah menyampaikan bahwa almarhum adalah pejuang pekerja tulang punggung kelurga mencari nafkah untuk keluarganya, Insya Alloh beliau anak yang baik mudah-mudahan diterima amal baiknya dan diampuni segala dosa-dosanya sembari serentak diamini oleh ratusan Ta’ziah.
Pemerintah Desa Kalipare Kepala Desa, Polsek, Koramil ikut menyaksikan prosesi tersebut, bahkan ratusan masyarakat takziah ikut menyaksikan proses pemakaman almarhum Sigit Ari Sandie yang ditempatkan di pemakaman kelurga Pitrang Rt.14 Rw.5 Desa Kalipare
(Utsman)












