NUSANTARA-NEWS.co, Lampung Barat – Kegiatan ini dilakukan di Halaman depan Musholla Al- Harokatu At-Taqwa di dusun Cipta Sari, Pekon Tugu Mulya, kecamatan Kebun Tebu. Gotong royong ini di gelar oleh ustad Heriyanto selaku pengasuh TPQ di mushola tersebit bersama masyarakat sekitar, untuk mlester halaman di musholla tersebut.
Hal ini di lakukan bertujuan karena di musim penghujan, halaman dimusholla sering tergenang air, sehingga kadang kala tak jarang anak – anak yang datang untuk mengaji sore terpeleset akibat licinnya halaman yang mereka lalui.
Para santri yang belajar di musholla Al- Harokatu At-Taqwa ini berjumlah sekitar 42 anak yang rata – rata masih duduk di bangku sekolah SD dan SMP.
Tak hanya santri, terkadang wali santri yang ikut mengantarkan putra putrinya juga mengalami hal serupa baik motor yang terpater bahkan juga terpeleset.
Atas hal tersebut, Ust Heriyanto mengkordinatori pengurus mushola, wali santri dan masyarakat sekitar untuk melakukan kegiatan gotong royong memperbaiki halaman mushola dengan dilalukan plaster.
Memgingat dana kas mushola masih minim, ustat Heriyanto jg mengeluarkan dana pribadi dan dari sumbangan atau jariyah masyarakat yang ikut bergotong royong. baik sumbangan berupa semen, pasir serta adapula yang berupa uang tunai.
Adapun masyarakat sekitar yang datang bergotong royong sekitar 50 orang dan mereka sangat antusias juga bersemangat khususnya para wali santri yang anaknya belajar dimusholla tersebut.
Bahkan ibu – ibu wali juga tidak sedikit yang datang guna ikut membantu menyiapkan makanan ala kadarnya.
“Sekarang sudah saatnya kita bersama – bersama kembali kepada budaya – budaya yang diajarkan oleh nenek moyang kita, Yaitu bersama bergotong royong untuk menjalin ukhuwah Islamiyyah dan dalam kegiatan apapun insyaallah setiap cepat akan rampung”. ujarnya saat di wawancarai media
” Akar budaya di Indonesia dari dulu sampe sekarang adalah kemajemukan dari berbagai suku bangsa dan agama di rangkai dalam kesatuan Kebenikha Tunggal Ika membuat persatuan dan kesatuan kebangsaan.
Jadi sudah bukan zamannya lagi kita kembali memperdebatkan masalah – masalah perbedaan di antara masyaraka”. Ujar Pak ustadz Heriyanto tutupnya.
(DM/red)












