banner 728x250
DAERAH  

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Welyhata di Kantor DPRD Maluku Memprotes  CV. SBM.

Aksi Demo mahasiswa di kantor DPRD provinsi Maluku

 

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Aliansi Mahasiswa Welyhata Maluku dan sejumlah warga Negeri Sabuai, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Maluku Selasa (26/1/2021).

Unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Welyhata Maluku tersebut, untuk memprotes keberadaan CV. Sumber Berkah Makmur ( SBM) yang diduga telah melakukan penebangan liar di kawasan hutan sekitar desa tersebut.

Mereka juga meminta kepada DPRD Maluku agar segera berkoordinasi dengan Kapolda untuk membebaskan dua warga Sabuai yang ditahan sejak Februari 2020 yang lalu.

Selain membawa spanduk yang bertuliskan tuntutan-tuntutan, aksi unjuk rasa juga diwarnai dengan tarian adat Maluku (Cakalele) lengkap dengan atribut seperti kain berang, Tifa, Tahuri dan Bambu yang ditiupkan saat berorasi. Bahkan beberapa orang dari mereka datang mengenakan pakaian adat serta parang Salawaku (Pedang) yang terbuat dari kayu.

Jo Ahwalam selaku koordinator aksi, mengungkapkan alasan mengapa aksi protes terhadap DPRD Provinsi Maluku ini dilakukan.

” Aksi unjuk rasa ini kami lakukan sebagai bentuk protes atas ketidakmampuan DPRD Maluku terutama dalam hal pengawasan dari sikap Yongki sebagai pemimpin perusahaan pada tanggal 15 Maret 2020 lalu” ujarnya.

Adapun tuntutan yang kami sampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Maluku adalah, pertama DPRD Provinsi Maluku berkoordinasi dengan Kapolda sebagaimana janjinya pada tanggal 15 Maret 2020 untuk membebaskan 2 warga.

“Kedua, kami meminta kepada DPRD Maluku untuk mengawal dengan tegas isi surat pernyataan sikap, yang dibuat oleh saudara Imanuel Darusman selaku pimpinan CV SBM pada 4 Maret 2020 lalu,” imbuhnya.

Dirinya meminta agar ada perhatian dari anggota DPRD Maluku terhadap dua orang warga yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan alat berat milik CV SBM, yaitu Stevanus Ahwalam dan Khaleb Yamarua.

Jo juga menambahkan bahwa, CV SBM adalah perusahaan yang beroperasi di bidang buah Pala, tetapi dalam kenyataannya mereka juga melakukan penebangan liar.

Dirinya berharap, agar tuntutan ini dapat ditindaklanjuti dengan tegas dan disikapi oleh DPRD Provinsi Maluku serta Kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *