NUSANTARA-NEWS.co, Jakarta – Sejumlah kasus yang diduga sarat korupsi di Pemprov DKI Jakarta, yang mencuat akhir-akhir ini memicu kekecewaan Dewan Pakar Relawan Pemenangan Anis-Sandi “ Dunsanak Anis Sandi “ Rafik Perkasa Alamsyah.
Rafik yang juga ketua umum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia tersebut menilai dengan mencuatnya kasus-kasus dugaan korupsi tersebut, kasus-kasus yang tidak pro rakyat dan tidak sesuai dengan visi misi kampanye Anis di waktu dulu, menunjukkan ketidak konsistenan Anis dalam mengemban amanah rakyat sebagai pemimpin DKI Jakarta.

Rafik mengungkapkan sejumlah kasus seperti pembelian lahan DKI di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung Jakarta Timur, yang saat ini sedang ditangani KPK menjadi contoh ketidak konsistenan Anis dalam memberantas korupsi.
Selain itu, kata dia, kasus pemberian purchase order (PO) dari Perumda Pasar Jaya kepada PT Bismacindo Perkasa senilai Rp280 juta menunjukan semakin kuat adanya dugaan korupsi bantuan sosial(Bansos) DKI Jakarta.
Tak hanya itu, indikasi korupsi juga terjadi dalam pengadaan LUF-60, robot itu masuk pembelian kategori unit penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi massal. Harga riil Rp 7 miliar, sementara nilai kontrak Rp 7,8 miliar. Jadi, berdasarkan pemeriksaan BPK, ada selisih Rp 844 juta.
“ Kami Relawan Pemenangan Anis-Sandi sangat sangat kecewa dengan mencuatnya sejumlah kasus sarat korupsi di Pemprov DKI. Ini tidak sesuai dengan komitmen Anis saat kampanye dulu. Ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah rakyat,” kata Rafik Perkasa Alamsyah kepada strateginews.co, Rabu (14/4/2021).
“ Kami meminta KPK dan Kejaksaan usut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Dan kekecewaan kami mendukung beliau karena tidak sesuai dengan komitmen visi misi waktu Pilkada DKI,” ujarnya.
(sam/red)












