NUSANTARA-NEWS.co Morowali – Menyikapi kisruh yang akhir-akhir ini terjadi di internal Partai Demokrat, Abd Ghafur Halim, mantan pengurus partai besutan SBY tersebut angkat bicara.
Kepada media ini Senin (29/03/2021) mantan Koordinator Bidang Kominfopers DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali tersebut mengatakan bahwa peristiwa tragis semacam KLB Abal-Abal di Sumatera itu jangan lagi terjadi dikemudian hari.
Menurutnya, salah satu hal yang bisa menciptakan kegaduhan internal yang dapat berujung fatal pada sebuah organisasi termasuk partai politik adalah adanya bagian-bagian organ yang merasa tidak diperlakukan dengan baik.
“Hal paling pokok menurut saya dalam sebuah organisasi termasuk partai politik adalah jangan melakukan pengabaian terhadap anggota, serendah apapun jabatan dalam struktur partai yang diembannya,” tutur Ghafur.
Lebih lanjut Ghafur memaparkan bahwa aktivitas kepartaian jangan hanya terfokus pada tingkatan atas, begitupun dengan pemberdayaan keterlibatan kader jangan hanya berada pada tataran pengurus kecamatan dan kabupaten melainkan juga pada arus bawah yakni pengurus tingkat desa.
“Arus bawah jangan tampak seolah hanya dibutuhkan pada musim kontestasi politik semata, tetapi juga harus dilibatkan dalam aktivitas partai lainnya. Rumah-rumah pengurus partai pada tingkat desa jangan hanya menjadi tempat berdirinya papan nama partai tetapi harus diaktifkan lebih dari itu. Bagaimana caranya? Saya yakin para elit-elit partai lebih faham akan hal itu,” paparnya.
Ghafur menambahkan bahwa gejolak Partai Demokrat hari ini telah sukses menjadi alat konsolidasi partai berlambang mercy tersebut ditataran atas tapi belum pada arus bawah. Oleh karenanya Ghafur mengingatkan agar petinggi Demokrat ditingkatan kabupaten untuk melakukan konsolidasi penguatan di arus bawah.
“Sebagai mantan pengurus yang masih bersimpati, saya menyarankan kepada pimpinan partai dilevel kabupaten dan provinsi untuk melakukan penguatan keanggotaan ditataran arus bawah melalui konsolidasi tingkat ranting. Konsolidasi yang ada sekarang ini haruslah menyeluruh bukan hanya berputar pada tataran elit atas saja,” tegasnya.
(Muchlis Ibrahim).












