*) Catatan Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn
Wacana program Patriot Bonds muncul lagi dipermukaan. Intinya; negara meminta rakyat dapat pinjamkan uang dengan bunga lebih rendah dari bank, untuk pembangunan Indonesia itu sendiri. Kedengarannya sangat mulia. Tetapi mulia saja tidak cukup harus dibarengi rasa kepercayaan Masyarakat terhadap program tersebut.
Masyarakat sekarang sudah pada cerdas. Kita punya SBN, ORI, SBR dengan bunga 5-6% dijamin negara. Kalau Patriot Bonds cuma beda nama tapi bunga 3%, lalu dananya nggak jelas, siapa yang mau? Karena Cinta tanah air tidak bisa dipakai beli beras.
Karena itu syarat pertama Patriot Bonds harus diperkuat aturan hukumnya. Ia wajib berbentuk Surat Berharga Negara dan Dijamin oleh APBN. Kalau negara gagal bayar, rakyat paling depan menagih negara. Bukan seperti model investasi swasta yang rawan bodong.
transparansi bedah sangat penting. Uang rakyat tidak boleh lenyap di APBN umum. Harus ada rekening khusus. Harus ada website patriotbond.go.id yang buka 24 jam. Di situ akan kelihatan: “Uang rakyat dipakai beli mesin di pabrik baterai Morowali atau digunakan untuk apa.”
Tanpa transparansi, Patriot Bonds hanya jadi jargon. Rakyat akan curiga: “Jangan-jangan buat nambal utang lama atau proyek siluman.” Sekali rakyat kapok, kepercayaan 100 tahun tidak akan pulih.
Berikut untuk proyeknya harus proyek merdeka. Uangnya haram digunakan buat gaji, bansos, atau bayar bunga utang lama. Uangnya wajib untuk 4 hal; pangan, energi, teknologi, dan industri. Hal yang buat kita tidak dijajah asing lagi.
Bayangkan; Jika Pabrik semikonduktor pertama di Indonesia. Pabrik pupuk yang bikin harga beras turun. Kapal riset biotek laut. Itulah yang layak dibiayai Patriot Bonds. Bukan patung atau gedung kosong.
“Lalu bagaimana soal bunga rendah? Negara harus adil. Kalau minta bunga 3.5%, maka bebaskan pajaknya 100%. SBN biasa kena pajak 10%. Kalau Patriot bebas pajak, selisihnya ketutup. Itu baru adil.
Kasih juga imbalan non-uang. Nama pembeli diukir di “Tembok Patriot” di IKN misalnya. Prioritas beasiswa anak pembeli. Diskon tiket KAI. Secara Simbolik? . hal itu yang membuat orang bangga, bukan cuma ngitung untung rugi.
Lantas siapa target dari Patriot Bonds, Siapa targetnya? Bukan buruh yang gajinya UMR. Targetnya ASN, TNI, Polri, BUMN, pengusaha, diaspora. Orang yang punya uang menganggur di deposito. Ajak mereka pindahkan ke Patriot. Jika 10 juta orang x Rp.10 juta = Rp100 triliun.
Rp.100 triliun itu bisa membangun 2 pabrik baterai kelas dunia. Bisa biayai 50 ribu peneliti muda. Bisa bikin Indonesia tidak impor chip lagi. Itu kekuatan dana dalam negeri.
Bahaya terbesar Patriot Bonds Adalah ; jika dikelola seperti dana biasa. Dipakai bancakan, dipakai proyek gagal, atau ditutup-tutupi. Maka ia akan mati lebih cepat dari lahirnya.
Karena itu harus ada Badan Pengawas Independen. Isinya bukan pejabat semua. Harus ada ulama, akademisi, auditor, dan 3 orang wakil pembeli obligasi. Mereka punya hak veto. Punya hak buka data.
BPK wajib melakukan audit setiap 3 bulan dan hasilnya wajib tayang ke publik. Tidak boleh ada rahasia negara. Karena ini uang rakyat, bukan uang partai.
Kesimpulannya jelas ; Rakyat Indonesia siap berkorban. Siap terima bunga tipis demi anak cucu merdeka. Tetapi negara juga harus berkorban; korbanin kerahasiaan, korbanin kebiasaan main belakang, korbanin ego birokrasi.
Patriot Bonds bisa jadi bab baru kedaulatan ekonomi. Atau bisa jadi prank sejarah paling mahal. Pilihannya ada di pemerintah dan DPR sekarang. Mau jujur, atau mau main-main lagi?






