NUSANTARA NEWS. co, Singkawang Kalbar – Pengukuhan Yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan, berlangsung di Kota Singkawang, aula kantor Wali kota Singkawang, Selasa pagi (06/06/2026).
Istimewa pengukuhan pengurus trah Kesultanan periode 2026-2029 tersebut, dihadiri para Raja, Sultan, Pangeran dan tokoh-tokoh adat se Kalimantan Barat. Diantaranya :
1. Pangeran Ratu Kertanegara Ir. H. Gusti Kamboja, MH, Kerajaan Matan sekaligus Ketua FSKN Kalbar.bb
2. Pangeran Ratu Suryanegara Drs. H. Gusti Arman, M.Si — Kerajaan Sanggau sekaligus Ketua Majlis Kerajaan Kalbar.
3. Pangeran Ratu Raden Barrie Danu Brata, S.E., M.A.P — Kerajaan Sintang.
4. Pangeran Ratu Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E. — Kesultanan Sambas.
5. Pangeran Suryaningrat Muhammad Hukma, S.E dan Sultan Muhammad Jamaluddin III — Kerajaan Sintang.
6. Raja Iswara Mahayana Dipati Karang Sari Gusti Fiqry Azizurahmansyah — Kerajaan Landak.
7. Pangeran Muda Elang Perkasa Abdi Nurkamil — Sekretaris Majelis Kerajaan Kalbar.
8. PUAN Melayu Kabupaten Mempawah.
Pengukuhan dihadiri unsur Forkopimda, Walikota dan Wakil Walikota dalam hal ini diwakilkan kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi, S. Pd., M.Si yang juga sebagai Ketua DPD MABM Kota Singkawang.
Sebelum pelantikan berlangsung, malam harinya (Senin malam 5 Juni 2026), diselenggarakan ramah tamah antara raja, sultan dan pangeran dengan perwakilan Pemkot Singkawang, Ketua umum trah Kesultanan dan unsur DPD MABM Kota Singkawang. Berlansung di villa bukit mas Kota Singkawang.
“malam ini kita mewakili Walikota dan pak Wakil Walikota. Atas nama Pemerintah Kota Singkawang tentunya mengucapkan selamat datang di Kota Singkawang. Dan mudah mudahan acara kegiatan pengukuhan pelantikan yayasan trah Kesultanan ini berjalan dengan lancar. Jadi malam ini kita memang menyelenggarakan malam ramah tamah dengan pemerintah kota dan juga dengan dewan pengurus daerah majelis adat budaya Melayu, ” ucap Asmadi menerangkan, usai ramah tamah.
Adanya malam ramah tamah dan ikatan tali silaturahmi yang berlangsung dalam pengukuhan trah Kesultanan. Merupakan jati diri budaya Indonesia.
“Jadi sebagaimana kita harapkan bahwa memang budaya kita adalah merupakan jati diri Indonesia. Perlu digali perlu dikembangkan dan perlu dilestarikan untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi di Kota Singkawang, ” jelasnya.
Mudahan-mudahan, lanjut Asmadi, Kota Singkawang menjadi tuan rumah yang baik. Kota Singkawang sendiri, sudah terkenal sebagai Kota tertoleran. Sehingga semakin banyak ivent ivent dipercayakan untuk diselenggarakan di Kota Singkawang. Sebagai seluruh warga masyarakat melalui puak puak melayu, kata dia, disinilah kita berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Singkawang.
Asmadi mengimbau, jaga seluruh keamanan, ketertiban dan toleransi di Kota Singkawang. Agar siatuasi kondisi Singkawang tetap aman dan kondusif.
Dimintai komentarnya, Ketua Umum yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan, Indra Usma mengatakan, Yayasan Trah Kesultanan sejatinya merupakan wadah tali persaudaraan dan silaturahmi kaum kerabat raja dan kesultanan yang ada di Kalimantan Barat.
(Ibnu Azan)












