Catatan Arif Andepa edisi : ke lima belas
Kemudian Johan mengoleskan minyak angin dihidung dan dikepalanya, sekitar sepuluh menit kemudian mereka siuman, begitu melihat wajah Johan mereka pinsan lagi mungkin karena wajah Johan ada kemiripan dengan bang Hasan dan setelah siuman yang kedua kali tgk Hanafiah berkata,… bang Johan izinkan saya sebentar mau ke bagan ( WC ) umum dipinggir sungai jaraknya sekitar tiga puluh meter karena perut terasa saket dan Habibah juga demikian,…. Sesudah beberapa lama ditunggu mereka belum juga kembali, akhir Johan menyusul ke lokasi ternyata mereka berdua sudah menghilang entah kemana dengan alasan pergi ke bagan dan Johan kembali kerumah dengan membawa khabar yang tidak menyenangkan bang Hasan.
Hari menjelang sore bang Hasan masih duduk didepan rumah menunggu kepulangan Johan tak lama kemudian Johan pulang dan menyampaikan berita sesuai dengan kejadian, lalu Hasan mengatakan …. ya sudahlah, besok biar saya saja yang mencarinya, salah seorang dari tuha peut lansung ikut nimbrung, nggak apa bang Hasan, biar kami saja yang mencari keberadaannya mungkin mereka masih trauma teringat kejadian masa lalu makanya menghindar.
Sesuai dengan apa yang sudah disampaikan kemarin maka sejumlah personil tuha peut meulacak keberadaan Tgk Hanafiah dan Habibah sedangkan rumahnya sudah dua hari kosong dan salah satu dari tetangganya mengatakan ia pernah lihat tgk Hanafiah dan Habibah sedang diopname dirumah sakit..
Tgk Hanafiah dikabarkan mengidap penyakit jantung akut, tanpa berlama-lama tuha peut datang mengunjungi sekaligus memberitahukan bahwa tuha peut bersama masyarakat menjamin dan memberi perlindungan kepada tgk Hanafiah dan Habibah serta akan membantu menyelesaikan bila ada persoalan yang penting keduanya jangan takut dan besok kita akan datang ke rumah bang Hasan untuk memenuhi harapannya.
Setelah sampai dihalaman rumah ibunda, Johan, tuha peut berdiri dibarisan depan dan tgk piah dan ibah ditengahnya.
Masyarakat dibarisan belakang kemudian Hasan berdiri didepan……. bersambung .












