DAERAH  

Gempa M7,7 Guncang Flores, Wabup Sikka Ungkap 5 ribu KK Tercatat Mengungsi

MAUMERE, NUSANTARANEWS.co – Gempa M7,7 yang menimpa Kepulauan Flores di Provinsi NTT pada Sabtu (15/8/2026) meninggalkan luka mendalam bagi warga terdampak.

Rumah tempat tinggal rusak dan keputusan mengungsi ke tempat yang lebih aman merupakan pilihan yang tidak bisa di pungkiri.

Di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, dampak Gempa berkekuatan M7,7 telah menghancurkan sejumlah fasilitas umum dan fasilitas hunian warga.

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi kepada media ini , Selasa (24/8/2026) membeberkan sejumlah data kebencanaan yang ada di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Temggara Timur.

Dalam keterangannya Wabup Simon Supriadi menyebutkan, ada 5.900 kepala keluarga (KK) atau setotal 18 ribu jiwa mengungsi, baik secara mandiri ataupun terpusat.

Totalan riil pengungsi sebut Wabup Simon Supriadi, sejumlah 18.833 jiwa yang menyebar di beberapa sentral daerah pengungsian di 9 kecamatan di Kabupaten Sikka.

Terkait ketersediaan logistik lanjut Wabup Simon Supriadi, ada 26, 1 ton beras dan yang sudah didistribusikan ke pengungsi yakni 13, 8 ton.
Untuk paket bantuan langsung , Pemda Sikka juga mencatat ada 4121 paket sembako yang sudah diserahkan langsung ke pengungsi dan berbagai paket bantuan lain, berupa mie instan, telur, daging dan snack lainnya.

Soal ketersediaan logistik dalam bentuk obat -obatan sebut Wabup Simon Supariadi, beberapa obat termasuk jenis deman, obat sakit kepala dan vitamin serta jenis obat lainnya ada dalam jumlah 9000an tablet/ strip yang sebagiannya tercatat sudah di distribusikan.

Untuk data kebutuhan yang sudah di distribusikan lanjut Wabup Simon Supriadi, Pemda Sikka mencatat, ada 13,8 ton beras, 34130 butir telur ayam, 21254 pcs Pop mie, ada 66485 pcs mie instan, air mineral 600 ml 13368 pcs dan masih banyak paket lainnya yang sudah di dustribusikan.

Dalam kerja bantuan kebencanaan ini sebut Wabup Simon Supriadi, tercatat sebanyak 73 lembaga yang terlibat, baik dari lembaga Pemerintah, swasta, komunitas dan atau atas nama pribadi yang juga tercatat telah menyumbang. Dalam keterlibatan urusan kebencanaan dan pengungsian ini tercatat ada 26 lembaga yang terlibat baik , NGO, LSM, Relawan, termasuk TNI, Polri dan Lembaga Pemerintahan. Lembaga -lembaga ini terlibat langsung memberi dukungan dan Perhatian dalam urusan pengungsi.

Tercatat ada PLAN Indonesia (Dukungan logistik), Mapala Muhammadyah Maumere ( distribusi logistik ), PLAN Intenasional ( dukungan psikososial bagi anak), Pemuda GMIT Kalvari (distater relief logistic trauma healing), LO Nusra youth day 2026 (dukungan psikososial), Caritas keuskupan Maumere (layanan kesehatan, relawan dan logistik), PMI (layanan DU, Air bersih, pendataan dan pembangunan tenda), BASARNAS Maumere (pencarian korban, evakuasi dan distribusi logistik), Polres Sikka ( evakuasi, distribusi logistik, Kesehatan, trauma healing, pendataan, pengawalan dan pengamanan), Brimob (Distribusi logistik), Kodim Sikka (distribusi logistik dan pendataan), LANAL ( Distribusi logistik), Kemenkes (dukungan tenaga kesehatan,BMHP, Obatan, alat kesehatan), Kemensos (Dapur umum dan logistik) dan beberapa komunitas lainnya yang tercatat dalam inventaris Pemda Sikka.

Menyoroti soal data kerusakan, Wabup Simon Supriadi menjelaskan, untuk fasilitas umum ada 208 bangunan fasilitas umum yang mengalami kerusakan yang teridentifikasi mengalami rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.

Untuk bangunan warga lanjut Wabup Simon Supriadi, yang terdata ada totalan 4503 rumah warga yang rusak dengan perincian, rusak berat 990 unit rumah, kerusakan sedang 892 unit rumah warga dan rusak ringan 2621 rumah warga.

Soal korban jiwa, sampai dengan saat ini kata Wabup Simon Supriadi, terdata 6 orang meninggal dunia, 19 warga luka berat dan 18 warga luka ringan.

Wabup Simon Supriadi juga menghimbau warga Sikka pasca Gempa ini untuk bisa kembali beraktivitas.

” Warga bisa kembali kerumah dan beraktivitas karena kondisinya berangsur – angsur pulih” ujar Wabup Simon Supriadi.

Terkait kebutuhan warga, Wabup Simon Supriadi juga menekan prosedural yang harus di lewati warga.

” Untuk donasi yang masuk sampai dengan saat ini belum ada soal dalam pendistribusian. Untuk itu setiap kebutuhan warga disarankan, wajib di ajukan ke Pemerintah Desa atau Kelurahan untuk di data dan bisa selanjutnya di distribusikan oleh posko atau BPBD ” tutup Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi.(MB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *