NUSANTARANEWS.co, Ambon – Gencar-gencarnya mempromosikan objek-objek wisata di Indonesia khususnya Maluku dan lebih khusus lagi Kota Tual dan Maluku Tenggara kini menelan pil pahit dengan lesunya kunjungan wisatawan ke daerah tersebut akibat adanya indikasi dari monopoli maskapai yang di praktekan selama ini untuk kedua daerah tersebut.
Lion Grup yang selama ini membesar-besarkan turut serta mendukung program pemerintah dalam mempromosikan objek wisata namun faktanya akhir-akhir ini masyarakat di bebani dengan harga tiket yang tinggi melangit yang tak terbayangkan, padahal awalnya maskapai Sriwijaya Air yang rutin menjalani penerbangan Tual-Ambon Makassar-Jakarta dengan harga tiket Tual-Ambon kisaran Rp. 600.000 s/d Rp. 900.000 harus angkat kaki dari kedua daerah tersebut akibat kehadiran Lion Group yang mulanya lancar penerbangan dengan hanya bersaing di kisaran hampir sama, kehadiran Lion Group disambut baik oleh masyarakat Kota Tual dan Maluku Tenggara namun akhirnya setelah Sriwijaya kalah bersaing dan berhenti menjalani rutenya, maka kehadiran Lion Group yang hanya satu-satunya pengganti Sriwijaya mulai keluar praktek bisnis yang mengecewakan masyarakat pengguna jasa penerbangan dengan menaikan harga tiket yang tinggi dengan cara mengurangi jadwal penerbangannya hanya seminggu dua kali untuk senin dan kamis dengan harga jual tiket Tual-Ambon diatas satu juta yang terkadang ada pada kisaran Rp. 1.273.000 – Rp. 1.300.000 sedangkan wings dengan operation full pengisi waktu tersisa main harga jual tiket melangit yang ada pada kisaran diatas dua juta yakni Rp. 2.201.200 / orang s/d Rp. 2.300.000 an.
Praktek inilah yang membuat membuat masyarakat pengguna jasa merasa terkejut dengan tingginya harga tiket tersebut,
Demikian rasa kekecewaan ini disampaikan oleh Lukman Matutu, S.H, lewat rilisnya kepada awak media di Ambon, Senin 27/3/2023.
Dirinya yang adalah pengguna rutin jasa penerbangan tersebut, mewakili masyarakat lainnya, bahkan dia Lukman Matutu, menyatakan bagi dirinya tidak masalah karena kebutuhannya dalam penerbangan dibiayai oleh kliennya namun kasihan masyarakat kecil yang kebutuhannya terdesak akan tetapi dengan harga tiket melangit seperti ini mereka yang biasanya dapat menjangkau harga tiket kisaran Rp. 600.000 s/d Rp. 900.000 kini harus menelan pil pahitnya keadaan.
Lukman Matutu, S.H, yang adalah seorang Advokat senior juga menyayangkan dengan adanya kondisi seperti ini para wakil rakyatnya malah diam membisu, oleh karena itu beliau meminta kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan Udara agar dapat mengontrol dan mengawasi praktek-praktek maskapai seperti ini dengan menyarankan kepada Kementrian Perhubungan agar selalu dapat segera menghadirkan Otoritas Pengawasan Penerbangan yang dapat berkantor di Kota Tual atau Langgur agar dapat secara langsung mengawasi wilayah-wilayah penerbangan untuk Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Dobo, Saumlaki, Namlea dan lainnya yang ada di Maluku.
Permintaan ini adalah harapan masyarakat Kota Tual dan Maluku Tenggara agar nilai jual tiket kembali normal dan kondisi wisata Kota Tual dan Maluku Tenggara dapat didatangi lagi oleh para wisatawan manca negara dan wisatawan lokal.
Ia juga meminta kepada pihak Lion Group agar segera dapat menormalkan harga jual tiket yang layak karena dengan harga tiket yang seperti ini dapat di katakan sebagai harga tiket termahal, sebab jarak perjalanan yang hanya kurang lebih 1 jam bisa berada pada kisaran dua juta sedangkan perjalanan ke jakarta atau luar negeri dengan jarak yang jauh tapi nilai jual tiket masih berada pada harga yang wajar sedangakn Tual-Ambon dengan harga jual tiket yang berada pada kisaran dua juta sungguh terlalu mahal.
Jangankan Tual Ambon, Dobo-Tual yang jarak tempuhnya hanya kurang lebih 25 menit harga tiket berada pada kisaran di atas satu jutaan. Ini suatu hal yang luar biasa yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah agar dapat mengawasi nilai jual harga tiket maskapai-maskapai yang ada selama ini karena jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, harga tiketnya masih terjangkau sedangkan khusus untuk Kota Tual – Langgur harga tiket seperti sekarang ini cukup mencekik para pengguna jasa penerbangan.
Lukman Matutu, S.H sangat berharap agar Pimpinan Maskapai Lion Group dapat secepatnya meninjau kembali penetapan harga jual tiket untuk kembali pada harga tiket yang layak terjangkau.
Mohammat Nurlette












