DAERAH  

Kompas Ranau salurkan bantuan musibah kebakaran dan bencana longsor

 

NUSANTARANEWS.co, OKU Selatan – Komunitas Peduli Alam Wisata Ranau Bersatu ( Kompas Ranau Bersatu)  kembali berbuat mewujudkan sedikit rasa peduli kepada para ahli musibah kebakaran di Banding Agung dan kepada para korban longsor di desa Pilla kecamatan Warkuk Ranau Selatan yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Seperti halnya hari ini ( Minggu 24/07/2002) para Dewan pengawas dan didampingi oleh segenap anggota serta para Duta KOMPAS RANAU berkunjung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan kepada para korban,
Bantuan tersebut berupa dana tunai dan juga berupa selimut,handuk,beras,beberapa dus indomie dan aqua serta beberapa karpet telur juga logistik lainnya. Pemberian bantuan dipusatkan disalah satu rumah warga yang terdampak tanah longsor.

Sehari sebelumnya tim Kompas Ranau Bersatu  juga datang berkunjung kepada 4 (empat) korban musibah kebakaran di desa Banding Agung kecamatan Banding Agung yang terjadi beberapa minggu yang lalu dan memberikan sedikit bantuan.

Sementara itu Safe’i Safri.SH selaku Dewan Pengawas pada komunitas ini yang juga turut hadir mendampingi pemberian bantuan tersebut menjelaskan bahwa Kompas Ranau Bersatu bekerja sama dan di support oleh perusahaan minyak SKK MIGAS turut andil memberikan perhatian dengan terjadinya musibah yang terjadi.

“Kami hadir disini sebagai ungkapan prihatin bentuk rasa peduli , bantuan ini memang tidaklah seberapa nilainya namun ini adalah sebagai wujud kepedulian kami kepada para korban terdampak longsoran kiranya bisa bermanfaat serta bisa sedikit mengurangi beban para korban,” Ujar Fe’i

Masih ditempat yang sama Kepala desa Pilla Reza Pahlevi-S.kom menyambut baik pemberian bantuan tersebut

” Terimakasih kepada rombongan KOMPAS RANAU yang telah datang dan memberikan berupa uang tunai dan bantuan logistik lainnya tentunya ini sangat bermanfaat kepada para korban ,” tuturnya.

Sementara itu ketua Kompas Ranau Sutaryo juga berharap kepada pemerintah daerah Oku Selatan agar bisa mencarikan solusi untuk membersihkan lumpur-lumpur yang masih menumpuk di pinggir jalan pasca terjadinya longsor.

Terpantau di lokasi campuran material tanah dan batu serta kayu masih menumpuk di sepanjang jalan di beberapa titik desa pilla , yang tentunya akan menyebabkan masalah baru, bila hujan jalanan menjadi licin sehingga berbahaya kendaraan yang melintas.  Sedangkan bila cuaca panas jalanan berdebu tentunya akan berdampak dengan kesehatan warga yang tinggal disekitar terjadinya bencana alam tersebut.

” Kompas Ranau sangat mengharapkan ada penangan lanjutan dari pemerintah daerah dan provinsi,agar bisa menurunkan alat berat ( Buldoser) atau jenis lainnya. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja ,” harap Aryo

( Yeli )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *