Warga Jalan Air Bersih Medan diminta bentuk Bank Sampah, DPRD: Bisa dapat emas

MEDAN, NUSANTARANEWS.co — Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi, meminta warga Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, untuk membentuk Bank Sampah karena bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk menambah pendapatan.

“Di kawasan Medan Maimun sudah ada masyarakat yang punya emas karena menabung di Bank Sampah. Saya harap itu bisa terjadi dengan Bapak Ibu di sini. Di sini juga ada perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Apa yang menjadi persyaratannya bisa langsung ditanyakan,” kata Fauzi dalam Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 Tentang Pengelolaan Sampah, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Fauzi, sampah merupakan salah satu permasalahan yang sedang intens dibenahi Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah.

“Produsen sampah itu kita semua. Makanya mari sama-sama kita kelola dengan membentuk Bank Sampah di setiap lingkungan,” tuturnya.

Salah seorang warga, Enim, mengaku tertarik dan bersedia dibentuk Bank Sampah di lingkungannya.

“Saya bersedia, Pak. Mohon dijelaskan apa saja persyaratannya biar kami bisa bentuk Bank Sampah,” ujarnya.

Menjawab itu, perwakilan DLH Kota Medan, Suci Yano, menjelaskan, Bank Sampah dapat dibentuk jika ada pengepul maupun nasabah.

“Syaratnya tidak rumit, cukup ada nasabah dan pengepul saja minimal 5 orang. Jika sudah ada, nanti akan kami bantu untuk pembentukan Surat Keputusan (SK)-nya. Namun jika belum ada, ibu boleh datang ke kantor DLH Kota Medan untuk menabung sampah. Nanti akan kami arahkan,” ucapnya.

Keluhan juga disampaikan warga bernama Eci yang meminta agar lokasi penjemputan sampah tidak di depan rumahnya.

“Penjemputan sampah itu setiap hari Selasa dan Sabtu, namun lokasinya persis di depan rumah saya. Sementara saya jualan. Jujur, kondisi itu sangat mengganggu. Mohon dipindahkan, Pak,” keluhnya.

Menjawab itu, Fauzi berjanji akan meminta Lurah Sudirejo I untuk mencari lokasi lain sebagai tempat penjemputan sampah.

“Nanti saya bilangkan dengan Lurah-nya ya, Bu? Apalagi Ibu jualan, tidak pantas juga sampah bertumpuk. Segera kita cari solusinya untuk memindahkan lokasi penjemputan,” ucapnya, seperti dikutip dari mistar.id, Senin (11/5/2026) malam.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *