LARANTUKA, NUSANTARANEWS. co – Gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT pada Kamis, 9 April 2026, kembali menjadi perhatian publik. Pasalnya gempa berkekuatan 4,7 Magnitudo di Kamis 9 April 2026 dan 3,8 Magnitudo di Jumad 10 April 2026 berpusat di 19 kilometer timur Larantuka yang telah menyebabkan kerusakan bangunan warga di beberapa wilayah terdampak antara lain Desa Terong dan Desa Lamahala di Kecamatan Adonara Timur, serta Desa Labelen, Desa Motonwutun, Desa Watobuku, Desa Kawuta, Desa Watohari, dan Desa Tanahwerang di Kecamatan Solor Timur.
Kepala Desa Labelen, Kecamatan Solor timur, Salem Nurdin Lamahala, saat dikonfirmasi media pada Jumat (10/4/2026), membenarkan kondisi masyarakatnya pasca gempa.
” Gempa susulan masih terus terjadi hingga saat ini ” ujar Salem Nurdin Lamahala.
Menurutnya, Pemerintah Desa Labelen telah menyurati Pemerintah Daerah Flores Timur melalui Camat Solor Timur serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk laporan awal dan permohonan penanganan.
Data sementara lanjut Salem Nurdin, di wilayah Desa Labelen sebanyak 786 warga terdampak dengan 83 bangunan warga mengalami kerusakan ringan sampai berat. Dalam situasi ini, kebutuhan mendesak warga adalah bahan makanan.
“Sebagian besar warga adalah nelayan, dan aktivitas melaut terhenti karena gempa susulan yang masih terjadi, karena itu bantuan bahan makanan sangat diperlukan” ungkap Salem Nurdin Lamahala.
Beliau mengakui hingga saat ini belum ada satupun bantuan yang tiba di Desa Labelen pasca gempa.
Kondisi penanganan pasca bencana di Flores timur mendapat perhatian dari tokoh Muda Solor timur, Sulaiman Nurdin.
SulaimannNurdin kepada media ini (Sabtu, 11/4/2026) menyoroti pentingnya respons cepat Pemerintah daerah Flotim dalam situasi kebencanaan seperti ini.
” Penanganan bencana idealnya dilakukan secara sigap tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang” ucap Sulaiman Nurdin.
Kondisi kebencanaan seperti ini kata Sulaiman Nurdin, membutuhkan langkah cepat agar dampak yang dirasakan masyarakat tidak semakin meluas.
Pemerintah daerah Flores Timur diharapkan dapat lebih responsif dan mengedepankan langkah-langkah darurat yang efektif, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak agar segera dapat terpenuhi.
Terkait penanganan pasca bencana, pihak Pemerintah Daerah Flores Timur melalui Wakil Bupati Flotim, Ignas Boli Uran meminta menghubungi sekretaris BPBD.
” Sudah ada bantuan langsung ke warga. Langsung hubungi sekretaris BPBD, karena dia langsung kelokasi. Detailnya konfirmasi langsung saja ade ” ucap Wabup Ignas Boli Uran (MB)












