NUSANTARANEWS.co, Medan — Mengklaim sebagai wakil masyarakat Desa Poncowarno di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, puluhan warga menggelar unjuk rasa di kampus USU (Universitas Sumatra Utara), Medan, (15/12/2025) siang.
Aksi demo dilakukan sebagai bentuk protes warga di sana karena dugaan alih fungsi lahan bertani mereka menjadi kebun kelapa sawit yang dinilai merugikan masyarakat Desa Poncowarno.
Pantauan wartawan di lokasi demo, massa membawa spanduk, poster, dan pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan mereka. Massa secara bergantian berorasi di depan area kampus. Mereka meminta pihak USU bertanggung jawab soal status lahan yang selama ini mereka kelola sebagai sawah produktif.
Menurut mereka, lahan berupa sawah sebelumnya menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Desa Poncowarno. Itu terjadi selama puluhan tahun. Namun beberapa waktu terakhir, lahan itu diduga telah dieksploitasi, dialihfungsikan menjadi kebun sawit sehingga warga di sana kehilangan akses untuk menggarap sawah.
Salah seorang massa aksi mengatakan, pihak USU sebelumnya sempat menyampaikan rencana pemberian ganti rugi atas lahan yang diklaim milik warga. Akan tetapi, hingga kini belum ada realisasi soal itu.
“Kemarin kami dijanjikan akan ada ganti rugi. Katanya mau diselesaikan dengan baik tapi sampai sekarang belum ada upaya apa pun. Tidak ada kepastian, tidak ada pembayaran, bahkan tidak ada penjelasan lanjutan,” ujar salah seorang warga peserta demo kepada wartawan.
Alih fungsi sawah menjadi perkebunan sawit, menurut massa,
kondisi itu berdampak terhadap perekonomian keluarga mereka. Massa menilai pengalihfungsian lahan tanpa penyelesaian yang jelas merupakan bentuk ketidakadilan terhadap petani.
Selain menuntut ganti rugi, massa meminta dialog terbuka soal itu sedianya digelar antara pihak USU, pemerintah daerah, dan perwakilan masyarakat Desa Poncowarno. Mereka berharap persoalan ini segera mendapat kepastian hukum.
“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Kalau memang lahan itu diambil, silakan, tapi selesaikan dulu kewajiban kepada masyarakat. Jangan petani terus yang jadi korban,” ucap seorang demonstran.
Demo warga ke lingkungan kampus itu berlangsung dengan pengawalan puluhan polisi. Massa tampak menyampaikan aspirasi secara tertib.
Hingga berita ini diolah, belum ada dari pihak Rektorat USU yang memberikan pernyataan resmi terkait dengan tuntutan masyarakat Desa Poncowarno.
Massa warga menyatakan akan terus memperjuangkan hak mereka, seperti dikutip dari invocavit.com, Senin (15/12/2025) malam.
(KTS/rel)












