Nusantaranews. co. Bireuen- Presiden Prabowo Subianto meninjau jembatan Bailey yang dibangun di atas sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen, Minggu, (7/12/2025).
Jembatan tersebut menjadi salah satu titik kritis jalur darat penghubung Medan–Banda Aceh.
Presiden Prabowo Tiba sekitar pukul 11.45 WIB. Tiba di lokasi Presiden langsung mendapat penjelasan mengenai perbaikan jembatan yang sedang dilakukan oleh Bupat Bireuen,H Mukhlis, ST dan Gubernur Aceh,Muzakkir Manaf ( Mualim).
Presiden kemudian melihat kerangka baja yang akan dipasang di atas sungai deras tersebut.
Hadir bersama Presiden, adalah Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan beliau (Presiden) tampak memegang kerangka baja yang dipasang.

Setelah itu di bibir sungai, Presiden tampak berbicara dengan Menteri PU Doddy Hanggodo, Bupati Bireuen, H Mukhlis Takabeya, dan sejumlah lainnya.
Sebelumnya Dua jembatan bailey dipasang TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta masyarakat setempat di atas sungai tersebut.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pemerintah menekankan pentingnya pemulihan cepat akses lintas provinsi .
Dan Jembatan bailey oleh TNI AD, Kementerian PU, dan masyarakat setempat, di sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen,” ujar Seskab Teddy.
Ia menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Medan dengan Banda Aceh serta sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
Jembatan bailey yang dipasang memiliki bobot sekitar 50 ton, berfungsi sebagai jembatan sementara namun dapat difungsikan sebagai jembatan permanen dalam kondisi darurat.
Pemasangan dilakukan sejak hari pertama TNI AD dan Kementerian PU turun ke lokasi.
“TNI AD dan Kementerian PU sejak awal bekerja secepat mungkin untuk memulihkan akses jalan utama lokasi terdampak. Pemasangan dilakukan bahu-membahu bersama masyarakat setempat, 24 jam non-stop setiap harinya untuk mengejar waktu penyelesaian,” ujarnya.
Kerusakan infrastruktur di sungai Teupin Mane terjadi akibat meluapnya aliran sungai yang kini mencapai lebar 180 meter, jauh meningkat dari kondisi normal sekitar 100 meter.
Menurut Teddy, dengan pemasangan dua jembatan bailey ini pemerintah menargetkan akses logistik segera tersambung kembali.
“Jembatan bailey ini diharapkan segera dapat difungsikan 2-3 hari ke depan sehingga jalur logistik darat dapat secepat mungkin terhubung,” kata Teddy.
Seskab Teddy pun menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi juga di berbagai lokasi lain
Upaya pemulihan infrastruktur terus dipercepat melalui percepatan pemasangan jembatan bailey di beberapa lokasi terdampak,” pungkasnya. ( M Husen)












