Kisah Nyata 1939 : Hasan Ligat Menebas Dua Serdadu Belanda

Catatan Arif Andepa Edisi : Keenam

Masih dibawah remang rembulan semua serentak mengangkat dan menyembunyikan perahu dibalik semak ilalang agar tidak ketahuan pada siapapun dan sambil istirahat sejenak

banner 400x130

Hasan bersama rekannya membentuk beberapa kelompok kecil kemudian Hasan mengintruksikan tentang strategi menempuh perjalanan darat harus extra hati-hati agar tidak terdeteksi oleh petugas kolonial belanda, rute perjalanan dari cilacap menuju Tasik malaya, Bandung, Sukabumi, Bogor, Depok, Pandeglang, Serang dan Merak kemudian menyeberang selat sunda dengan kapal pelajar ke Bakaheni Sumatera.

Setelah pengarahan dan malam masih gelap gulita Hasan bersama rekannya terus bergerak menempuh perjalanan menelusuri jalan kereta api, sesekali bersembunyi mengamati keadaan dan ketika pagi mulai menyinsing kelompok yang sudah dibentuk mulai berpencar, matapun mulai melirik rumah makan karena perut sangat terasa lapar dan mengiba pada pemilik warung begitu juga dengan hari berikutnya setiap merasa lapar tetap menghampiri warung makan.

Perjalanan dari cilacap sampai Bakaheni ditempuh dalam waktu sembilan hari.

Alhamdulillah sejak kaki berpijak di atas bumi sriwijaya hati mulai terasa lega karena kawasan sumatera pengaruh kekuasaan kolonial belanda tidak seketat di pulau jawa dan sikap masyarakat di wilayah palembang, jambi, padang dan deli tidak jauh beda dengan masyarakat Aceh,

Perjalanan sudah sampai di Sumatera namun semangat pulang ke tanah kelahiran tetap tak terbendung walaupun lika-liku diperjalanan masih tetap sama dengan di pulau jawa naik turun kereta api dan dalam kurun waktu dua bulan sampailah ke kota medan merupakan tempat singgahan terakhir sambil memantau situasi di aceh yang masih dibawah……. Bersambung.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *