NUSANTARANEWS.co, Depok – Sabar tanpa tepi dan syukur tanpa tapi, adalah konsep dalam Islam yang mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Kita harus memiliki sikap sabar tanpa batas dan tidak tergantung pada waktu dan tempat, serta bersyukur tanpa menunda-nyata, tanpa menunggu waktu tertentu atau kondisi tertentu.
Demikian intisari kajian Dhuha disampaikan Ustadzah Nuri Izzah, yang digelar di Masjid KH. M. Yusuf, Komplek Pesona Khayangan, Depok, Kamis 16 Oktober 2025.
Sabar dan syukur, kata Ustadzah Nuri Izzah, memiliki manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari, karena sabar membantu kita menghadapi kesulitan dengan tenang dan mencari solusi terbaik.
“ Dengan sabar dan syukur akan menemukan kebahagiaan, dan ketenangan meskipun di tengah kesulitan. Sabar dan syukur dapat memperkuat hubungan antar sesama dan menciptakan lingkungan yang harmonis,” kata Ustadzah Nuri Izzah.
“Dengan memahami dan mengamalkan sabar tanpa tepi dan syukur tanpa tapi, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” terangnya.
Ustadzah menambahkan, sabar tanpa tapi mencakup kemampuan untuk tetap kuat dan tegar saat menghadapi ujian hidup.
“ Sabar sejati adalah ketenangan hati yang memungkinkan kita untuk melewati saat-saat sulit tanpa mengeluh atau putus asa,” ungkapnya.
“Sabar tanpa tepi” berarti sabar yang tidak mengenal batas, yaitu terus-menerus dan tanpa akhir dalam menghadapi kesulitan, sementara “syukur tanpa tapi” berarti bersyukur tanpa syarat atau tanpa keraguan, baik dalam keadaan sulit maupun senang.
Kombinasi ini menggambarkan sikap tawakal dan penerimaan total terhadap ketentuan Tuhan, menjadikan hidup lebih tenang karena ujian terasa ringan dan kenikmatan dihargai sepenuhnya.
Dalam Al-Quran, Allah berbicara tentang sabar: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah, 2:153).
Ayat ini menggarisbawahi pentingnya sabar dalam menghadapi tantangan dalam hidup.
Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti berhadapan dengan ujian dan nikmat. Ada saatnya kita diuji dengan kesulitan, dan ada pula saatnya kita diberi kelapangan serta rezeki yang berlimpah.
Dalam Islam, dua hal utama yang menjadi penopang agar seorang hamba tetap seimbang dalam menghadapi kehidupan adalah sabar dan syukur. Keduanya bagaikan dua sayap yang membuat kehidupan seorang Muslim bisa terbang tinggi menuju ridha Allah SWT.
Sabar dan syukur tidak bisa dipisahkan. Saat kita diuji, kita belajar bersabar. Saat diberi nikmat, kita dituntut untuk bersyukur. Jika hanya memiliki salah satunya, hidup akan pincang. Sabar tanpa syukur bisa membuat seseorang merasa hidupnya penuh beban, sedangkan syukur tanpa sabar dapat membuat seseorang lalai saat diuji.
Sabar dan syukur tidak bisa dipisahkan. Saat kita diuji, kita belajar bersabar. Saat diberi nikmat, kita dituntut untuk bersyukur. Jika hanya memiliki salah satunya, hidup akan pincang. Sabar tanpa syukur bisa membuat seseorang merasa hidupnya penuh beban, sedangkan syukur tanpa sabar dapat membuat seseorang lalai saat diuji.
[diana]











