OPINI  

Menjadi Bangsa Yang Besar

Oleh: Maryanto

Pernyataan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” adalah kutipan terkenal dari Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, yang menekankan pentingnya menghormati dan tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulu, khususnya para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

Menghargai jasa mereka bukan hanya melalui upacara, tetapi juga dengan melanjutkan semangat dan perjuangan mereka melalui tindakan nyata seperti berkarya, menjaga persatuan, dan mengisi kemerdekaan dengan hal positif serta menjaga kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Setiap warga negara republik ini, pastinya merindukan Indonesia yang seutuhnya. Indonesia yang luhur budi pekertinya, damai, dan benar-benar mencerminkan Indonesia. Tetapi kerinduan itu seakan sirna, jika kita mendapati amuk merajalela, saling ejek sesama anak bangsa, maraknya demo yang bermuatan politis menjadi tanda bahwa aroma persatuan dan kesatuan sebagai sesama warga negara nyaris hanya menjadi wacana saja. Selebihnya, sebagian pihak memandang orang lain sebagai musuh, ironis, betapa kearifan sebagai ruh budaya luhur bangsa ini sudah punah.

Kejadian-kejadian ini paradoks bukan saja rusuh menjauh dari rasa damai. Ini juga menjadi antiklimaks lantaran sesama warga telah memandang orang lain sebagai yang pantas dicurigai dan dimusuhi. Faktor pertama dan utama adalah lemahnya pemikiran, hilangnya rujukan nilai. Mudah ditunggangi kepentingan kepentingan politilk. Ini membuat warga begitu mudah terprovokasi.

Indonesia sebagai negara merdeka dan menganut sistem demokrasi dengan ciri – ciri kedaulatan sepenuhnya di tangan rakyat hal tersebut termaktup di UUD 1945. Yang mana satu kekuasaan negara dan pemerintahnya untuk melindungi segenap masyarakatnya dari seluruh tumpah darah Indonesia yang hidup dalam kemajemukan dari berbagai suku dan agama yang hidup saling berdampingan. Untuk menciptakan perdamaian abadi yang hakiki.

Bangsa yang menyadari tugasnya, sejatinya menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas. Apabila mampu bersatu sebagai bangsa Indonesia, maka akan dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bangsa besar adalah bangsa yang bisa menjaga kekayaan alam” menekankan pentingnya pelestarian sumber daya alam untuk kemakmuran dan keberlangsungan hidup bangsa di masa depan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 Ayat (3) UUD NRI Tahun 1945 yang menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam harus dikuasai negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Indonesia sendiri memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari hutan, hasil tambang (nikel, bauksit, timah, batu bara), hingga minyak dan gas bumi, yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Kekayaan alam yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi mendatang.

Tentunya kita tahu bahwa Indonesia menyimpan banyak kekayaan. Itulah yang membawa negara-negara asing datang demi menjajah Indonesia. Untungnya, para pejuang terdahulu berhasil memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, menjadi tugas kita sebagai penerus bangsa untuk menjaga kekayaan Indonesia yang dulu diperjuangkan dengan tumpah darah.

Tanpa disadari sebelumnya, sebenarnya ada banyak kekayaan yang berupa aset besar negara ini untuk dijaga.

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam di negeri begitu berlimpah ruah. Tanah yang subur untuk ditanam berbagai tetumbuhan dan pepohonan, alam yang menghasilkan minyak bumi, gas bumi, bahkan emas merupakan aset besar yang dimiliki bangsa ini. Indonesia merupakan salah satu penghasil emas terbesar, kualitas kopi terbaik, serta kelapa sawit terbesar di dunia. Ini baru beberapa hal yang dapat dibanggakan dari Indonesia. Ini sudah menjadi tugas kita untuk berpikir dan melakukan sesuatu sampai benar-benar dapat memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan bangsa.

Seni dan Budaya

Kita seringkali lupa dan abai pada aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia satu ini. Indonesia memiliki ragam suku dan budaya sehingga tak heran banyak seni dan budaya yang dimiliki bangsa ini. Tapi, sayangnya, kita baru menyadari betapa berharganya aset berharga yang berupa seni dan budaya ini saat diklaim oleh bangsa lain. Sebut saja seperti Tari Reog Ponorogo, Batik, Wayang Kulit, Lagu Rasa Sayange hingga makanan Rendang pernah diklaim oleh negara tetangga. Kita harus mulai benar-benar peduli pada seni dan budaya bangsa kita sendiri, serta meneruskannya ke generasi berikutnya.

Kebesaran kita, sebagai sebuah bangsa, kini mulai dipertanyakan kembali. Hal ini terlihat, dengan mulai lunturnya nasionalisme kita, memudarnya komitmen kebangsaan kita. Dan rasa senasib, sepenanggungan kita dalam rumah besar Indonesia, mulai terkoyak. Sebagai anak bangsa, kita nyaris tidak percaya kepada kekuatan diri sebagai suatua bangsa, kita seakan tidak dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka.

Namun di tengah perjalanan bangsa ini, masih terselip keprihatinan kita sebagai bangsa yang berbudaya. Kita melihat masih banyak perdebatan yang cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan, hal ini menunjukkan masih rendahnya akan sikap menghargai perbedaan dan keberagaman. Persoalan ini menjadi masalah yang tak kunjung usai, di tengah derasnya arus globalisasi, dan kebebasan berbicara melalui media sosial.

Atas dasar asumsi tersebut, maka hendaknya perlu digaungkan kembali sebuah kesadaran untuk menghargai antar sesama, menghargai perbedaan termasuk perbedaan cara pandang terhadap suatu persoalan berbangsa dan bernegara. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *