UKM Gerakan Pramuka UNIPA Latihan Gabungan: Dukungan Gubernur Papua Barat Perkuat Karakter Bangsa

NUSANTARANEWS.co, Manokwari – Sebuah pemandangan penuh semangat tercipta di halaman SMK Kehutanan Negeri Manokwari pada Sabtu pagi, saat ratusan anggota Gerakan Pramuka penegak dari lima Gudep di Pangkalan Penegak berkumpul untuk melaksanakan latihan gabungan. Acara yang dihadiri oleh Gudep dari SMA Negeri 1 Manokwari, SMA Negeri 2 Manokwari, dan SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara serta SMA YABT Manokwari ini menjadi momen yang bersejarah bagi generasi muda di Papua Barat.

Latihan gabungan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen terhadap peringatan Hari Pramuka yang ke-64, yang jatuh pada 14 Agustus lalu. Ratusan peserta didik ini, yang juga merupakan bagian dari pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Pramuka Universitas Papua (Unipa), bersama-sama membangun kesadaran dan kebersamaan dalam memperkuat semangat kepramukaan di daerah tersebut.

Pembina UKM Gerakan Pramuka Unipa, Kak Yohanes A. Lebang, SP. M.Si, dalam sambutannya berharap, kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan di kalangan pemuda dan memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. “Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Kita harus membentuk karakter yang kuat, berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan siap bersaing di era global,” ujarnya.

Pentingnya peran pemuda dalam pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) semakin jelas terlihat dalam acara ini. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menyatakan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia 16 hingga 30 tahun. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, Indonesia memiliki sekitar 64,22 juta pemuda, yang berpotensi besar menjadi agen perubahan untuk kemajuan bangsa.

Melalui pendidikan yang berkualitas dan kegiatan kepramukaan, pemuda dapat memperkuat keterampilan kepemimpinan, kerjasama, dan disiplin—nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global. Pemuda, dalam hal ini, bukan hanya menjadi penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku yang aktif dalam mencapainya.

Sejak tahun 2006, revitalisasi Gerakan Pramuka telah menjadi agenda nasional yang dimulai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memperkuat karakter bangsa melalui pendidikan kepramukaan. Program ini bertujuan untuk menghasilkan generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan global.

Pada latihan gabungan tersebut, para peserta tidak hanya melakukan kegiatan fisik dan permainan pramuka, tetapi juga mendiskusikan berbagai kegiatan penting seperti latihan wajib di Gudep masing-masing, pelatihan bulanan, hingga persiapan mengikuti Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) pada bulan Oktober, serta persiapan untuk Raimuna Nasional 2027.

“Revitalisasi Gerakan Pramuka adalah langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki jiwa patriotik dan siap mengemban tanggung jawab,” kata Kak Joe sapaan Akrabnya.

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Gudep SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara, Kris Nunaki, dan Ketua Dewan Ambalan Putri Gudep SMA Negeri 2 Manokwari, Alpiah Herman (akrab disapa Vivi), mengungkapkan antusiasme mereka terhadap kegiatan ini.

“Ini adalah kegiatan pertama yang sangat bermanfaat, dan kami siap mendukung kegiatan bersama selanjutnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, serta wawasan baru bagi kami,” kata Kris Nunaki.

Pentingnya kerjasama antara berbagai lembaga pendidikan dan UKM Gerakan Pramuka Unipa juga menjadi sorotan. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi muda Manokwari agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap agar lebih banyak lagi siswa yang bergabung dalam Gerakan Pramuka dan bersama-sama mengembangkan potensi diri dalam kegiatan yang disiplin dan penuh tanggung jawab,” tambah Vivi.

Melalui latihan gabungan ini, semua pihak berharap agar Gerakan Pramuka kembali menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah yang mengatur Gerakan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib berdasarkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda Indonesia.

Sebagai penutup, Kak Yohanes A. Lebang mengucapkan terima kasih atas nama Pimpinan UNIPA kepada para kepala sekolah, pembina, orang tua, serta seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Ia juga berharap Gubernur Provinsi Papua Barat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Papua Barat, dapat mengambil langkah cepat untuk memastikan Gerakan Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah di daerah ini, dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan untuk pembentukan karakter bangsa.

Latihan gabungan ini membuktikan bahwa dengan kebersamaan, komitmen, dan dukungan dari berbagai pihak, Gerakan Pramuka dapat terus berkembang dan mencetak generasi muda yang siap mengemban tanggung jawab besar sebagai pemimpin masa depan bangsa.

Pramuka! Semangat untuk Indonesia yang Lebih Baik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *