DAERAH  

Imbas BRT, 5 ribu sopir angkot di Medan bakal kehilangan pekerjaan

Teks foto: Ilustrasi angkot.

NUSANTARANEWS.co, Medan — Sebanyak 5 ribu lebih sopir angkutan kota (angkot) di Kota Medan akan kehilangan mata pencaharian sebagai imbas program Bus Rapid Transit (BRT) yang akan mulai dioperasikan dalam waktu dekat ini.

Menurut Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan, Jaya Sinaga, total 6.599 angkot dari 12 perusahaan saat ini bisa saja menyusut hingga tersisa 1.000 unit karena trayek yang mereka jalani tersisih oleh BRT. Apalagi janji soal rekrutmen sopir angkot menjadi sopir BRT dinilai hanya mampu menyerap angka 10% sehingga mustahil eks sopir angkot dapat diakomodir untuk dipekerjakan.

“Kurang lebih lima ribu nanti yang bakal kehilangan pekerjaan,” terang Jaya Sinaga, Kamis (11/7/2024) siang.

Meski begitu, Jaya Sinaga terus menggedor diadakannya angkutan feeder BRT atau kendaraan yang dioperasikan untuk mengangkut penumpang dari halte ke BRT.

Di samping hilangnya pekerjaan sopir angkot, Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung juga mendapatkan data soal ancaman lain adanya BRT, yakni rusaknya pilot project yang telah disepakati antara Kemenhub RI, Pemprovsu, dan Wali Kota Medan karena menimpa koridor yang telah berjalan.

Dia merinci, pada 2023 Dishub Kota Medan berencana membuat 15 koridor yakni, Flamboyan-Jalan Hj Ani Idrus; Terminal Amplas-Plaza Medan Fair; Simpang Pemda-Plaza Medan Fair; Terminal Amplas-Terminal Pinang Baris.

Lalu, Terminal Amplas-Plaza Medan Fair; Terminal Pinang Baris-Stadion Teladan; Cemara-Stadion Teladan; Simpang Hj Ani Idrus-Terminal Penumpang Bandar Deli; Karya Wisata-Plaza Medan Fair; Simpang Hj Ani Idrus-RS Imelda.

Namun di 2024, Dishub Medan kembali mengumumkan 6 titik koridor yang akan dioperasikan Agustus yakni Lapangan Merdeka-Terminal Amplas, Lapangan Merdeka-Terminal Pinang Baris, Lapangan Merdeka-Belawan, Lapangan Merdeka-Tuntungan, Lapangan Merdeka-Tembung, dan J-City-Lapangan Merdeka.

Enam koridor itu melenceng dari rencana awal, bahkan lima di antaranya merupakan koridor yang telah beroperasi sebagai pilot project.

Mengenai problem ini, Kadishub Kota Medan Iswar Lubis yang dihubungi berkali-kali terus bungkam.

Diketahui, Iswar Lubis sendiri terus membuat kontroversi dalam kebijakan sehingga menurunkan elektabilitas Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, mulai dari parkir gratis konvensional, e-Parking, hingga parkir berlangganan, seperti dikutip dari aktualonline.co.id, Jumat (12/7/2024).

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *