banner 728x250
DAERAH  

Kasus DBD Naik, Bima Arya Minta Wilayah Gerak Serentak Berantas Jentik Nyamuk

Wali Kota Bogor Bima Arya

NUSANTARANEWS.co, KOTA BOGOR — Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor kini pasalnya mengalami lonjakan yang cukup serius

Untuk itu ia juga telah memerintahkan kepada semua unsur di wilayah, baik di kecamatan, kelurahan, maupun di puskesmas untuk segera melakukan gerakan serentak, berantas jentik nyamuk dan pastikan ketersediaan ruangan di fasilitas kesehatan tersedia dan memadai.

Pasalnya sejauh ini sepanjang 2024, dari data yang di himpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, ada 4 anak yang meninggal dunia, terjadi di sebabkan terkena DBD.

“Tak hanya itu, semalam saya juga mendapati dan melihat, ternyata di IGD pun juga penuh, “kata Bima Arya, terdapat sejumlah pasien DBD

“Ada tren kenaikan pasien anak-anak, terutama pada DBD. Jadi ini wilayah sudah di perintahkan, dan di instruksikan untuk segera bergerak dan lakukan pemberantasan sarang nyamuk dan jentik-jentiknya,”ujar Bima pada Rabu (21/2) pagi

Sebaran warga yang terkena DBD kata Bima Arya dan merata terdapat di 6 kecamatan, juga belum ada laporan khusus terkait wilayah yang mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

“Meski begitu Ia juga meminta agar dinas dan wilayah terus memantau perkembangan kasus DBD di Kota Bogor, “ucapnya

“Sementara di tempat berbeda Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, situasi kasus DBD di Kota Bogor pada Januari terdapat 389 kasus dan di bulan Februari tahun 2024 sebanyak 361 kasus, dengan jumlah kematian pada periode Januari sampai dengan Februari 2024 terdapat 4 orang, “kata dia.

Jika dibandingkan pada kasus DBD di tahun 2021-2023 di Kota Bogor berturut-turut sebanyak 526, 1.531 dan 1.474 kasus dengan angka kematian berturut-turut sebanyak 7, 9 dan 9 kasus.

“Angka penderita tertinggi terdapat pada Tahun 2022 dan angka meninggal dunia tertinggi pada tahun 2022 dan 2023. Sedangkan Jumlah kasus DBD tahun 2023 lebih rendah di bandingkan dengan jumlah kasus DBD tahun 2022, “katanya.

Dalam upaya pengendalian penyakit DBD Dinkes Kota Bogor telah menerbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD pada musim penghujan pada 20 Januari 2024.

Selanjutnya Dinkes juga melakukan upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Nyamuk (PSN) secara mandiri di lakukan satu minggu sekali.

“Untuk pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti di lakukan secara kimiawi dengan melakukan kegiatan Fogging Focus atas indikasi, secara biologis dengan Biolarvasida (Bakteri Pemakan Jentik) dan secara fisika dengan PSN Aedes aegypti, “ujarnya.

Selain itu Dinkes juga melakukan meningkatkan kecepatan diagnosis DBD dengan menggunakan NS-1 yang di distribusikan ke puskesmas.

“Penatalaksanaan penderita secara adekuat di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah kematian, penguatan sistem surveilans untuk deteksi dini, pencegahan dan pengendalian kasus serta KLB DBD, menggerakkan penerapan PSN pada 7 (tujuh) tatanan”

“Meliputi tatanan pemukiman, tempat kerja, tempat pengelolaan makanan, sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat umum dan sarana olahraga, “pungkasnya

[wm]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *