DAERAH  

Isu Warga Resah Dicari Polisi Pasca Kericuhan, Polda Kepri Minta Warga Tetap Tenang Tidak Usah Takut

Kabid Humas Polda Kepri Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Pasca ricuh unjuk rasa di depan Kantor BP Batam, kondisi di Kampung Rempang, Batam, terlihat sunyi. Berhembus isu, warga takut tak berani keluar rumah, karena adanya informasi massa yang terlibat aksi anarkis dicari polisi.

Menanggapi isu yang beredar dari mulut ke mulut, Kabid Humas Polda Kepri, sebagaimana dikutip dari Tempo.co, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad menegaskan, kalau memang orang itu [masyarakat] tidak merasa berbuat, tidak perlu takut.

“ Sampaikan ke masyarakat coba tenang saja. Kalau tidak merasa berbuat, polisi tidak akan lakukan penagkapan,” kata Zahwani, Selasa 12 September 2023.

Kepolisian, kata Zahwani, telah mengantongi identitas para pelaku yang berbuat anarkis.

“ Kita sudah punya identitas para masa aksi yang anarkis, itu intinya,” ujar Zahwani.

Dikatakan dia, siapa berbuat dia yang bertanggung jawab.

“ Kalau tidak bertanggung jawab itulah yang kita cari,” katanya.

Ditegaskan Zahwani, pencarian massa aksi yang ricuh, memang dilakukan pihak kepolisian. Bahkan, pencarian dilakukan hingga ke Bintan.

“ Data sudah ada semua, ke Bintan kita kejar, dapat, penyidikan secara ilmiah,” ucapnya.

Dalam kasus ini, kata Zahwani, setidaknya 43 orang warga yang melakukan aksi anarkis sudah ditahan, mulai dari melempar batu, merusak dan penganiayaan.

“Tidak mungkin orang yang tidak berbuat kita tangkap, masyarakat silakan beraktifitas seperti biasa,” katanya.

Sebelumnya warga melayu melakukan unjuk rasa di Kantor BP Batam. Aksi berlangsung ricuh, kantor BP Batam rusak, belasan polisi luka-luka.

Massa melakukan tindakan anarkis setelah tuntutan mereka soal penolakan relokasi Kampung tua Pulau Rempang tidak diakomodasi. Termasuk permintaan pembebasan 8 orang tersangka.

[win/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *