NUSANTARANEWS.co, Subulussalam – Beberapa wartawan dan LSM turun ke lokasi kolam limbah PMKS PT.GSS untuk meliput kegiatan beberapa personil kepolisian yang sedang menindaklanjuti laporan warga pada hari ini (Senin 28/11).
Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Kota Subulussalam sempat beradu argumentasi dengan personil keamanan dan humas PT.GSS ketika dilarang untuk mendokumentasikan giat tersebut.Oknum security sempat mendorong ketua LAKI tersebut.
Menanggapi arogansi Security dan tindakan kurang bersahabat Humas perusahaan tersebut yang terindikasi mencoba menutupi sesuatu, Ahmad Rambe ketua LAKI meminta kepada DLHK Subulussalam dapat menyampaikan hasil laboratorium kandungan racun yang berbahaya yang ada pada sampel air kolam limbah pabrik PT.GSS yang diambil saat ini kepada publik secara transparan dan tidak ada yang ditutupi.Berharap DLHK Subulussalam bekerja secara profesional dan sesuai tupoksinya dengan tujuan semata untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat sekitar sungai Lae Kombih.
“Saya sebagai ketua ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Kota Subulussalam meminta kepada dinas DLHK Kota Subulussalam agar segera menyampaikan hasil lab sampel limbah yang diambil dari pmks pabrik pada hari ini secara transparan.Limbah PMKS PT.GSS yang diduga mengakibatkan banyaknya mati ikan di alur sungai Lae Kombih Desa Dasan Raja Kecamatan Penanggalan,maka kami dari ormas lagi meminta tegas kepada pihak DLHK untuk bekerja sesuai dengan tupoksinya, agar pencemaran lingkungan tersebut tidak terulang kembali”,ujar Rambe.
Sementara itu ketua DPD LP-TIPIKOR Nusantara Kota Subulussalam Hasan Gurinci menekankan dan meminta dengan tegas kepada manajemen PT GSS untuk segera memberhentikan humasnya.
[dedi]












