NUSANTARANEWS.co, Bali – Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika menyelenggarakan kegiatan jalan sehat dan Senam Zumba dalam rangka menyambut perhelatan KTT G20 November 2022 di Bali, 6 November 2022 (28/06/2022).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendistribusikan pemahaman kepada masyarakat dalam bijak menggunakan BBM serta menumbuhkan rasa persatuan pada masyarakat khususnya masyarakat bali dalam menyambut baik perlekatan KTT G20.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai macam keterwakilan mahasiswa yang berada di Bali, kelompok Cipayung serta masyarakat bali.
Iwan Bento Wijaya, S.H Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika mengatakan, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk membubuhkan nilai-nilai persatuan dan pemahaman mengenai pentingnya masyarakat bijak dalam menggunakan BBM.
Isu energi merupakan salah satu isu dalam pembahasan KTT G20 November 2022 di Bali serta mengajak masyarakat Bali bergembira bersama dalam akan terselenggaranya KTT G20.
“ Dalam KTT G20, energi adalah salah satu isu strategis pada pembahasan negara-negara anggota G20. Kesatria Muda Respublika menyadari jika dunia hingga hari ini sedang menghadapi berbagai isu krisis salah satunya krisis energi,” kata Iwan Bento, melalui keterangan yang diterima redaksi strateginews.co, Minggu [6’10’2022)
Iwan Bento mengatakan, krisis tersebut dilatar belakangi okeh berbagai faktor dimulai dari Konflik Rusia-Ukraina yang menimbulkan beberapa efek signifikan terhadap ekonomi dan keniakan harga komuditi energi serta sanksi Uni Eropa dan AS terhadap Rusia untuk melarang pasokan minyak Rusia untuk masuk pada pasar dagang global serta menetapkan harga batas oleh Amerika untuk pembelian minyak Rusia.
“ Berkurangnya pasokan minyak dunia dimana negara OPEC+ mengurangi produksi minyak mentah hingga 2 juta barel per hari pada bulan November 2022. Adanya ketegangan Rusia-Ukraina serta China-Taiwan membuat jalur distribusi komuditi minyak mentah mengalami gangguan dalam pendistribusian komuditi,” tuturnya.
Masih kata Iwan, gagalnya penambahan pasokan minyak dunia berasal dari Iran karena Amerika Serikat membatalkan renegosiasi perjanjian nuklir. Selain itu, penyesuaian harga BBM juga dimaksudkan untuk mengurangi beban APBN yang semakin berat.
Berdasarkan Perpres No. 98 tahun 2022, negara memberikan subsidi dan kompensasi BBM sebesar Rp502,4 triliun, nilai yang sangat besar jika dibandingkan dengan APBN tahun 2022 sebelumnya.
Penyesesuaian harga BBM yang di lakukan oleh pemerintah sudah melewati berbagai pertimbangan dan masukan dari banyak pihak, termasuk situasi politik internasional.
“Untuk menjadi gambaran dan informasi pada masyarakat, cadangan minyak bumi kita hanya tersisa hingga tahun 2030 ini jika bila tidak ditemukannya sumur minyak baru serta produksi minyak mentah Indonesia hanya mampu mencapai 700.000 barel per hari (bph) sedangkan konsumsi mencapai 1,4 juta – 1,5 juta barel per hari (bph),” kata Iwan Bento
Menurut dia, hal tersebut juga dapat menambah beban subsidi APBN Indonesia yang harus melakukan impor minyak untuk menutupi kebutuhan nasional, sedangkan harga minyak dalam pasar global sedang tidak stabil. Maka perlunya pemerintah untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam memenuhi ketahanan energi nasional melalui progam transisi energi, dimana transisi energi menjadi isu central dalam KTT G20.
“Pemerintah melakukan pemetaan dari supply, demand dan rantai pasok komuditi EBT serta melakukan penguatan hulu dan hilir komuditi mineral penunjang EBT sehingga EBT merupakan komuditi yang efesien dan terjangkau serta membumi untuk setiap warga negara.” Ungkap Iwan.
Iwan menambahkan, pembicaraan tersebut dengan menjelaskan mengenai berbagai macam potensi indonesia dalam pengembangan EBT dengan melakukan penguatan industri hulu dan hilir dalam pengembangan EBT. Dimulai dari industrial bahan baku EBT dan penunjang EBT hingga melakukan percepatan infrastruktur hukum Transisi Energi guna memberikan kepastian hukum dalam menciptakan iklim iventasi yang baik serta dilakukannya percepatan penerapan pajak karbon hingga dibuatnya suatu pasar baru yaitu tranding karbon dalam percepatan transisi energi bukan hanya dalam sebuah ide tapi harus juga diimplementasikan dengan langkah-langkah yang tepat, cepat dan terukur, dimulai dari pemetaan wilayah penghasil EBT dan wilayah-wilayah penghasil mineral penunjang EBT.
Penguatan hulu dan hilir pada proses transisi energi harus berbanding lurus dengan kepastian hukum, langkah pemerintah menerbitkan peraturan presiden No.112 tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik adalah salah satu komitmen pemerintah dalam mencipkan kepastiaan hukum pada proses transisi energi, dimana terdapat pengaturan harga untuk tenaga listrik bersumber energi baru dan terbarukan serta konversi energi dan pemerintah juga sedang melakukan pembahasan untuk percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Energi Terbarukan dimana dalam RUU EBET merupakan tindak lanjut dalam kepastian hukum”
“ Pada RUU EBET terdapat sebuah gagasan berupa power wheeling dimana power wheeling adalah bentuk kemajuan peradaban masyarakat, dengan gagasan tersebut negara menciptakan rasa keadilan sosial kepada setiap warga negara dalam memperoleh sumber energi, dimana negara hadir dalam mewujudkan serta memenuhi kebutuhan energi pada setiap warga negara dengan dibukanya ruang akselerasi kerjasama BUMN dengan badan usaha swasta,” terang Iwan
Potensi energi baru dan terbarukan yang di miliki oleh Indonesia sangatlah melimpah dimulai dengan tenaga surya, tenaga angin, panas bumi, tenaga arus bawah laut hingga pada pengelolaan gas methana batubara.
“ Potensi inilah yang harus dipetakan oleh pemerintah melihat sumber EBT pada setiap wilayah Indonesia berbeda-berbeda sehingga terbuka ruang investasi dalam pemenuhan energi kepada masyarakat tercapai.” Ungkapnya.
Pada KTT G20 isu menekan angka emisi global dibicarakan sangat serius hingga para negara yang terlibat pada KTT G20 menerapkan pajak karbon termasuk Indonesia dengan pengasahan UU Harmoniasi Perpajakan.
Pajak karbon adalah semangat baru dalam menjaga kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat dimana melalui pajak karbon akan adanya pergeseran budaya secara signifikan dimana pelaku usaha dan masyarakat bersama-sama pemerintah melalukan upaya atau sikap tindak usaha dan kesehariannya dengan mengurangi aktifitas yang menimbulkan pembuangan karbon secara besar.
Upaya-upaya pelaku usaha dan masyarakat dalam mengurangi pembuangan karbon dalam sikap tindak usaha dan keseharian menciptakan sebuah pasar baru yang merupakan tranding karbon.
Sebut Iwan, tranding karbon merupakan “new market” dalam sebuah negara memberikan reward atau lisensi kepada pelaku usaha dalam menekan pembuangan karbon dengan memberikan lisensi sehingga lisensi itu dapat di tranding kan di pasar tranding lokal hingga pasar trading dunia kepada pelaku usaha yang sistem produksi usahanya belum memenuhi ambang batas pembuangan emisi.
Menutup sambutannya Iwan Bento menjelaskan mengenai transisi energi adalah sebuah keniscayaan, dunia saat ini sedang mengalami krisis energi sehingga diperlukannya persatuan pada seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi krisis energi dan transisi energi guna menciptakan ketahanan energi nasional dan kesulitan bangsa Indonesia.
“Dunia yang saat ini dilanda berbagai macam krisis, salah satunya adalah krisis energi, maka transisi energi masuk pada tahap keniscayaan, karena dalam pemenuhan energi nasional konsep transisi energi merupakan salah satu indikator dalam menciptakan kedaulatan energi ditambah perlunya persersatuan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah menghadapi krisis yang akan datang dan kami PP KMR mengajak masyarakat bali menyambut dengan gembira KTT G20 yang terselenggara di bali, ini bentuk kepercayaan pemerintah dan negara-negara dunia kepada provinsi Bali,” pungkasnya
Pada saat yang sama dalam sambutannya ketua pelaksana kegiatan Jalan sehat dan senam zumba Rofi Alghifahri Lubis mengatakan bahwa acara ini adalah bentuk memperkokoh persatuan masyarakat Bali.
“ Kegitan jalan sehat dan senam zumba ini terselenggara dengan maksud mengajak masyarakat bali untuk bersama memperkokoh persatuan dan menyambut meriah perhelatan KTT G20 pada November ini.” Ujarnya.
[sur/red]












