NUSANTARA-NEWS.co, Jakarta – Pengamat politik Jerry Massie berpendapat, PAN harusnya keluar dari koalisi partai politik (parpol) pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Harusnya PAN keluar koalisi pemerintah percuma mendukung tapi tak ada kader di pemerintahan buang-buang waktu dan energi,” kata Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Sabtu (19/2/2022).
Menurut Jerry, PAN sebaiknya bergabung dengan Partai Demokrat dan PKS untuk memperkuat barisan oposisi dan mendongkrak elektabilitas partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu.
“Sebaiknmya PAN perkuat dukungan ke oposisi dengan Demokrat dan PKS biar naik elektabilitasnya,” ujar Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) itu.
Apalagi, sebut Jerry, saat ini elektabilitas Demokrat kian menanjak dan kerap masuk dalam jajaran 5 besar parpol dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga. Pun, elektabilitas Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Coba lihat growth atau pertumbuhan Partai Demokrat pernah nangkring di 3 besar dan juga bertahan di 5 besar. Bahkan, di sisi lain Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhouono mampu menaklukan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan,” terangnya.
Jerry memandang, PAN memutuskan bergabung dengan parpol koalisi pendukung pemerintah karena berharap mendapatkan kursi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu.
Menurutnya, langkah PAN itu tidak tepat lantaran hingga saat ini tidak ada kader PAN yang mengisi pos kementerian.
Oleh karena itu, Jerry kembali menyarankan agar sebaiknya PAN keluar dari koalisi parpol pendukung pemerintah dan menjadi oposisi.
“Memang sejak awal saat mereka memutuskan paling tidak berharap ‘durian runtuh’ ada kursi di kabinet, saya nilai PAN telah salah mengambil keputusan, tapi hal ini belum terlambat, sebaiknya PAN lebih getol memperjuangkan kepentingan rakyat,” paparnya.
Jerry menyebut jika PAN masih mengharapkan kursi menteri dengan berada dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi, maka hal itu seperti pungguk merindukan bulan.
“Kalau saya nilai sulit mempercayai omongan semua bahasa kerap hanya pepesan kosong dan angin surga. Malah PAN dirugikan dengan tingkat elektabiltasnya kalah telak dari Demokrat. Ngapai bertahan di koalisi dengan public policy yang amburadul,” bebernya.
Terkait wacana resuffle kabinet menyusul bergabungnya PAN dalam koalisi pendukung pemerintah, Jerry menilai bahwa Presiden Jokowi menggunakan rumus tarik ulur
Jokowi menggunakan rumus politik tarik ulur, kalau setidaknya reshuffle pada Desember 2021 tapi faktanya nihil. Ada istilah ‘nihilisme’, itulah yang terjadi di PAN,” ungkapnya.
“Sudahlah pak Ketua Zulhas get out sajalah dari koalisi, tak ada keuntungan juga buat PAN malah rugi besar. Imbas ke PAN saat kredibilitas pemerintahan Jokowi menyusut atau turun,” pungkas Jerry.
(rus/red)












