Wattubun: Ini soal internal partai, jangan konsumsi berita dari luar

Benhur Wattubun

 

NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Menanggapi dinamika informasi yang beredar di media yang telah menyulut perhatian semua orang terkait dengan judul berita salah satu media yang menyatakan tentang eksistensi Ketua DPD, anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Benhur Wattubun mengungkapkan agar semua pihak berhati-hati dan jernih dalam mencermati setiap persoalan.

” Bagi kami, kita tidak boleh mengonsumsi informasi atau berita yang berasal dari luar karena ini adalah persoalan internal partai dan telah dilakukan proses pemanggilan, pemeriksaan terkait dengan laporan-laporan yang disampaikan oleh Adel dan fungsionaris partai dan beberapa waktu lalu sudah dilakukan. Kita telah diperiksa termasuk saya, Gubernur Murad juga sudah diperiksa, Edwin Huwae, ibu Purmiasah sudah diperiksa juga dan yang belum diperiksa adalah Mercy Barens sebab beliau masih di luar negeri. Para pelapor juga sudah melakukan audiensi secara resmi di DPP PDIP,” kata Benhur Wattubun kepada wartawan di ruangan komisi kantor DPRD Maluku,

Wattubun mengungkapkan secara internal agar menjaga martabat partai ini sehingga dilarang untuk menyampaikan informasi apapun ke publik terkait dengan masalah internal partai. Hal ini untuk menjaga solidaritas, menjaga kekompakan dan menjaga marwah partai ini didepan publik.

Ia juga berharap agar, mengonsumsi berita yang bias berlebihan di masyarakat akan membuat kegaduhan baik secara internal maupun eksternal sehingga partai ini bisa diobok-obok.

” Sementara kita menunggu apa keputusan Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan terhadap situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Dan sebagai tindak lanjut dari kekisruhan tersebut yang secara sosial politik begitu menyolok perhatian publik maka DPP telah mengeluarkan surat DPP Nomor 2501 tanggal 15 November yang paling terbaru berupa instruksi kepada DPD, DPC, fraksi dan seluruh kader. DPP mengingatkan bahwa, setiap bentuk apapun harus diselesaikan secara musyawarah dan mufakat,” tegasnya.

” Kita tidak boleh menyampaikan kepada publik hal-hal yang sifatnya internal partai, yang kemudian nanti menyulut perhatian orang lain dan menilai seolah-olah terjadi sesuatu. Instruksi ketiga yang paling penting adalah jika ada petugas partai atau kader partai yang tidak mengindahkan instruksi ini maka akan diberikan sanksi tegas,” ungkapnya,

Sebagai Ketua Wakil DPD sekaligus sebagai Ketua fraksi sebut Wattubun, dia meneruskan instruksi DPP ini untuk disampaikan kepada publik termasuk kader-kader yang selalu menyampaikan pesan publik dan berkoar-koar di media untuk menarik diri serta menahan diri menunggu keputusan apa yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai.

” Kita tidak dapat mereka apapun keputusannya karena yang ada ialah kita harus bersabar dan menunggu apa sikap akhir DPP terhadap proses yang terjadi di internal partai. Itu yang ingin kami sampaikan kepada kita semua sehingga kita tetap menjaga bahwa ada rasa ketidakpuasan, ada rasa kepuasan, setuju atau tidak setuju itu hal yang wajar didalam demokrasi. Namun berpartai ini pasti diatur oleh relnya, aturannya sehingga sikap kita tidak boleh keluar dari rel partai, sebab aturan tertinggi itu adalah aturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kami harapkan itu yang menjadi catatan,” tutup Wattubun.

 

Halima Rehatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *