Fungsi Lampu Penyeberangan Jalan Dengan Biaya Ratusan Juta Per Unit Diakui Tidak Efektif

Tanto Sujono, Kasi Manajemen Rekayasa Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Pelican crossing atau lampu penyeberangan jalan yang ada beberapa titik seperti di depan SMP N 1 Banyuwangi dan Untag Banyuwangi dirasa fungsi dan kegunaan tidak efektif.

Pasalnya, alat penyeberangan yang difungsikan untuk pejalan kaki dengan perkiraan anggaran Rp. 100 juta per unit tidak berfungsi.

Tanto Sujono, Kasi Manajemen Rekayasa Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi menjelaskan pada nusantaranews.co saat diwawancarai di ruang kerjanya ( 2 / 3 / 2021 )

” Pelicans crossing atau lampu penyeberangan jalan yang ada di depan SMP 1 Banyuwangi dan Untag fungsinya adalah sebagai penyeberang pejalan kaki dan di Untag Banyuwangi itu kan banyak anak sekolah, karena ini dimasa pandemi jadi efektivitasnya berkurang,”.

Kita ( Dishub ) memasang alat seperti itu sesuai dengan hasil perhitungan kami untuk penyeberangan orang setiap harinya.

Kalau sosialisasi terkait dengan hal itu kita door to door ke sekolah dan dari Satlantas Polresta Banyuwangi juga memberikan sosialisasi terkait alat ini. Tujuan dari alat ini adalah untuk membantu pejalan kaki dengan aman.

Harapan ke depan, menyeberang lah pada tempat fasilitas penyeberangan karena untuk keselamatan diri sendiri dan pengendara kendaraan bermotor lainnya, terangnya

“Nanti ini teman – teman Dishub keliling dimana saja yang tidak berfungsi akan segera kita perbaiki seperti di depan Untag Banyuwangi,” imbuh Tanto

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *