Laporan : Suherman Amin Bireuen-Aceh
NUSANTARANEWS.C, BIREUEN – Memprihatinkan nasib Nek Aminah. Betapa tidak ! Nek Aminah yang sudah berusia 79 tahun sudah janda hidup miskin sebatang kara di gubuk kumuh di Desa Ulee Jalan Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen.
Sosok tokoh Peusangan, Drs H Faizin,M.Pd Minggu, 31 Januari 2021 melaporkan kepada media ini bahwa Nek Aminah hidup sendiri di sebuah gubuk yang hampir rubuh,beratap daun rumbia yang sudah bocor-bocor namun ditutup plastik agar air hujan tidak menerpa dirinya.
Rumah yang berlantai tanah dan seyogianya tidak layak huni disertai dinding sudah lapuk disitulah dirinya menyambung hidup atas bantuan tetangga dan masyarakat setempat namun luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuenmauopun Pemerintah Aceh yang telah berjanji akan membantu bila dirinya terpilih menjadi gubernur ketika kampanye ke Peusangan dan kini sudah bertahun jadi gubernur apa lacur ? Jangankan membantu rumah batang hidungnya pun tak muncul.

Selain rumahnya nyaris rubuh,atapnyapun bocor,dinding rumah sudah lapuk, sumurpun tidak punya dan jika membutuhkan air Nek Aminah bertatih-tatih mengambil pada tetangga bahkan sudah sejauh itu belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, apalagi kepedulian pihak Pemerintah Aceh.
Keuchik ( Kades) ulee Jalan Ismadi menjawab media ini mengatakan, dirinya sudah pernah mengusulkan untuk mendapat rumah bantuan dua tahun lalu akan tetapi belum ada realisasinya.
Menurut Keuchik Ismadi, Camat Peusangan Selatan Drs Muhammad Nasir pernah datang beberapa bulan lalu bersama dirinya dan sudah melihat secara dekat situasi dan kondisi rumah Nek Aminah dan berjanji akan membantu secepatnya, namun hingga sekarang beginilah tidak ada realisasinya.
Ditemui di kediamannya Nek Aminah menjelaskan,” Selama ini saya tidak pernah merasa mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, dan untuk menyambung hidup mendapat bantuan tetangga dan masyarakat sekitar.” Katanya seraya menyebut, saya bersabar mungkin ini memang suratan hidup yang harus dijalani dengan sabar,ikhlas dengan segala keadaan.
Terkait masalah Nek Aminah Pemkab Bireuen maupun Pemrintah Aceh membuka pintu hati untuk membuat rumah untuk Nek Aminah menyambung hidup dengan sisa sisa waktunya sudah mendekati kematian secara kasat mata dan Allah yang menentukan.












